TASIKMALAYA TODAY – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat membuat para pengusaha kecil menjerit. Pasalnya sejumlah aturan dianggap berat lantaran kegiatan berjualan dibatasi.

Seperti yang dialami Endang (40), seorang tukang bubur yang kerap membuka lapaknya di kawasan Gunung Sabeulah, Kota Tasikmalaya. Ia kena denda sebesar lima juta rupiah gegara melanggar aturan PPKM.

Baca juga : TKA China Lolos Masuk Indonesia, Pemerintah Dinilai Tidak Tegas Terapkan PPKM Darurat

Dirinya menceritakan, saat itu ada seorang pelanggan yang bersikukuh makan bubur di tempat, meski Endang sudah memperingatkan karena sedang ada pemberlakuan PPKM darurat.

“Saat adik saya Salwa (28) melayani, datang petugas patroli dan memberitahukan kalau kami melanggar karena masih melayani pembeli di tempat saat PPKM,” kata Endang seperti dikutip kompas.com, Kamis (8/7/2021)

Baca juga : PPKM Darurat Kejahatan Meningkat

Baca Juga :  Ramai-ramai Desak Rektor UI Mundur

Lalu, lanjut Endang, dirinya diberitahukan oleh petugas wajib mengikuti persidangan di tempat di depan Taman Kota Tasikmalaya oleh Pengadilan Negeri Tasikmalaya.

Dirinya bersama adiknya pun mengikuti persidangan secara virtual langsung yang dipimpin oleh Hakim Ketua Abdul Gofur serta pihak kejaksaan dan kepolisian.

Dirinya pun divonis bersalah dan melanggar PPKM darurat dengan putusan sanksi denda Rp 5 juta atau subsider 5 hari kurungan penjara.

Sesuai aturan PPKM darurat, kata Endang, pihaknya mengakui telah melanggar aturan yang berlaku mulai 3 sampai 20 Juli 2021 tersebut.

“Saya mengakui, karena memang saat itu kami terazia sedang melayani pembeli makan di tempat saat ada PPKM ini. Tapi, saya keberatan karena dendanya sampai Rp 5 juta. Tapi, saya akan bayar ke Kejaksaan sesuai arahan dari Pak Hakim saat sidang tadi,” tambah Endang.

Sebelumnya, dirinya mengira jika denda atas pelanggarannya saat PPKM darurat hanya berkisar antara dua juta hingga tiga juta rupiah.

Baca Juga :  Positif Narkoba, Pelaku Penimbun Alat Kesehatan Dijerat Pasal Berlapis

Namun, dirinya sempat kaget karena majelis hakim memutuskan membayar denda lima juta rupiah atau memilih dikurung penjara selama lima hari.

“Saya pilih bayar dendanya saja. Saya kira, ah paling Rp 2 atau 3 juta enggak apa-apa bisalah. Tapi, tadi katanya dendanya Rp 5 juta,” tambahnya.

Kejadian tersebut membuat Endang meminta kepada pedagang atau warga lainnya tak memaksakan diri atau melanggar protokol kesehatan atau aturan PPKM darurat selama ini.

Soalnya, pemerintah serius menindak para pelanggar karena PPKM darurat ini sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19 yang terus meningkat selama beberapa pekan terakhir.

“Ikuti saja aturannya, ini buat semua orang, buat keselamatan orang banyak. Jadi jangan ngeyel dan melanggar aturan PPKM darurat selama diberlakukan,” imbaunya. (Irwan Nugraha/kompas/B. Supriyadi).