BOGOR TODAY – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk atau yang lebih dikenal dengan Indocement dihari Raya Iduladha 1442 Hijriyah kembali membagikan 206 hewan kurban untuk masyarakat di sekitar wilayah operasional Indocement.

“Pembagian hewan kurban ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat pada masa pandemi COVID-19,” ujar Direktur & Corporate Secretary, Oey Marcos melalui rilis yang diterima media ini.

Baca Juga : Hasil RUPST Indocement 2020, Christian Kartawijaya Kembali Jadi Direktur Utama

Dia menjelaskan, 29 ekor sapi dan 3 ekor kambing untuk masyarakat yang berada disekitar wilayah operasional Kompleks Pabrik Citeureup, Kabupaten Bogor dan Head Office Jakarta.

Hewan kurban ini dibeli dalam kerangka program local purchase (pembelian lokal) dari peternak lokal yang berada di sekitar Citeureup.

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Dihakimi Massa, Polisi Ungkap Fakta

“Hewan kurban tersebut kemudian didistribusikan kepada masyarakat 12 desa mitra, Masjid As-Salam Citeureup, Pemerintah Kecamatan Gunung Putri, Kecamatan Klapanunggal, Kecamatan Citeureup; dan Kelurahan Setiabudi; serta Masjid Al-Amal Setiabudi yang kemudian diteruskan kepada warga yang membutuhkan,” paparnya.

Baca Juga : Indocement Live Tour Perdana 3Roda Edu-Green Park

Kemudian, lanjut dia, di Cirebon, Indocement menyerahkan total 156 ekor domba yang didistribusikan kepada masyarakat di 14 desa mitra, unsur muspika, dan 14 pesantren mitra Indocement Kompleks Pabrik Cirebon.

“Di Tarjun, Indocement mendistribusikan total 12 ekor sapi yang dibagikan untuk masyarakat dari 10 desa mitra, masyarakat yang berada di sekitar water treatment plant Cantung/Sei Kupang, dan untuk Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kotabaru. Selain itu, Indocement juga memberikan 6 ekor domba kepada masyarakat di sekitar Terminal Batubara Cigading, Cilegon,” kata dia.

Baca Juga :  Oknum Anggota Dewan Tutup Akses Tempat Penghafal Al-quran

Indocement menyadari bahwa pembagian hewan kurban ini sangat berperan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terutama dalam masa sulit di masa pandemi COVID-19.

“Di masa pandemi ini rasa sosial harus ditingkatkan dan peduli terhadap lingkungan sekitar sebagai manifestasi nyata dari wujud solidaritas dan kebersamaan. Gotong royong dan saling bahu membahu antara sesama merupakan sikap positif yang seharusnya dijadikan sebagai modal fundamental untuk membangun optimisme kolektif segenap elemen masyarakat untuk dapat bangkit kembali dari keterpurukan yang terjadi akibat pandemi COVID-19,” pungkasnya. (Aditya)