HES, seorang oknum ASN di Pemprov Sulawesi Utara, pelaku pembuat surat dokumen PCR Palsu. (foto: humas Polda Sulut)

BITUNG TODAY – Seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang bekerja di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bitung lantaran diduga membuat surat keterangan hasil pemeriksaan swab polymerase chain reaction (PCR) Covid-19 palsu.

Dikutip Antara news.com, Jumat (30/7/2021), Kapolres Bitung Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Indrapramana mengatakan kasus tersebut berawal adanya laporan petugas di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bitung tentang penggunaan surat hasil swab PCR palsu.

Atas laporan itu pada Minggu (25/7/2021), Tim Satreskrim Polres Bitung melakukan penyelidikan, dan mendapat informasi bahwa pengguna hasil PCR palsu itu berdomisili di Amurang, Minahasa Selatan.

“Tim Satreskrim ke Amurang dan menginterogasi pengguna hasil swab PCR palsu tersebut. Dan diperoleh info bahwa perantara pembuatan hasil swab PCR palsu beralamat di Mapanget, Manado,” kata Indra.

Baca Juga :  Pullman Ciawi Vimala Hills Resort Spa & Convention dan Batik Danar Hadi berkolaborasi dalam rangka Memperingati Hari Batik Nasional

Pada hari yang sama, sambung Indra tim mendatangi perantara tersebut, lalu diinterogasi. Dari hasil interogasi, disebut bahwa pembuat hasil swab PCR palsu tersebut adalah HES.

“Tak mau kehilangan target utama, tim segera melacak keberadaan pelaku, dan akhirnya diamankan di wilayah Dimembe, Minahasa Utara,” tuturnya.

Indra menambahkan, pelaku mengaku membuat dan mencetak surat hasil swab PCR palsu menggunakan laptop dan printer miliknya.

“Tim lalu menuju rumah pelaku dan mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain satu laptop, printer, flashdisk, dan satu hasil swab PCR palsu, serta satu asli,” katanya lagi.

Modus yang dilakukan, pelaku menunggu orang yang memerlukan ‘jasanya’ untuk membuat hasil swab PCR palsu.

Pelaku telah memiliki format file hasil swab PCR yang tersimpan di laptop.

“Jika ada yang memesan, pelaku lalu mengubah identitas yang ada dalam format tersebut dengan identitas pemesan atau pengguna, termasuk mengubah tanggal sesuai penggunaannya,” kata Kapolres.

Baca Juga :  Kapten Mirza, Pilot Pesawat Rimbun Air yang Jatuh di Papua Warga Bogor yang Dikenal Supel

Untuk meyakinkan pemesan, pelaku juga selalu meminta KTP, hasil swab antigen serta Surat Keterangan Perjalanan dari desa/kelurahan.

“Pelaku memasang tarif setiap pembuatan hasil swab PCR palsu ini dengan harga bervariasi, mulai dari Rp800 ribu hingga Rp1,5 juta. Dan pelaku mengaku telah membuat hasil swab PCR palsu ini kurang lebih lima kali,” katanya pula.

Indra menambahkan, pelaku beserta barang bukti telah diamankan dan ditahan di Mapolres Bitung.

“Pelaku dijerat Pasal 263 ayat (1) KUHP subpasal 268 ayat (1) KUHP, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun,” tutup Indra.
(Antara/B. Supriyadi)

HES, seorang ASN di Pemprov Sulawesi Utara, pelaku pembuat surat dokumen PCR Palsu. (Foto: humas Polda Sulut)