BOGOR TODAY – Ratusan penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line yang hendak berangkat kerja ke Jakarta harus rela antre di stasiun Bogor, pada Selasa (13/7/2021) pagi.

Antrean ini terjadi, lantaran petugas dari PT KAI memeriksa semua identitas penumpang KRL, termasuk Surat Tanda Registrasi Penumpang (STRP).

Seperti diketahui, petugas PT KAI yang bertugas di stasiun Bogor di masa PPKM Darurat ini telah memberlakukan bagi calon penumpang harus memiliki SRTP. SRTP ini ditujukan bagi masyarakat yang bekerja di sektor esensial, sektor kritikal, dan perorangan yang memiliki kebutuhan mendesak.

Baca Juga :  Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas Dalam Sumur

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba mengungkapkan STRP ini berlaku selama operasional kereta api dari mulai pukul 04.00 sampai pukul 22.00 WIB.

“Jadi untuk pagi ini antriannya untuk pengecekan, verifikasi dan dokumentasi. Kemudian banyak masyarakat atau pengguna jasa commuter line di Bogor yang memang sudah menyiapkan dokumen tersebut,” ujar Ane kepada wartawan.

Secara umum, pengguna KRL di seluruh stasiun mengalami penurunan dibandingkan dengan sebelum PPKM, itu jauh lebih banyak.

“Jadi dibandingkan minggu lalu ada penurunan sekitar 40 persen, kalau dibandingkan dengan sebelum PPKM saya rasa lebih dari 40 persen,” katanya.

Baca Juga :  Viral, Dokumen Hasil Test PCR Positif Dijadikan Bungkusan Gorengan

Ane juga menambahkan, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Kemenhub No. 5 ada tiga provinsi yang melayani STRP. Kemudian surat keterangan bekerja atau perusahaan instansi, kemudian surat keterangan dari Pemda setempat.

“Disini kita dapat sampaikan kepada pengguna jasa commuterline yang menuju DKI ini baiknya harus memiliki STRP. Sehingga kita harus menyampaikan informasi ini ke masyarakat, begitu kita keluar rumah, kita harus menyiapkan surat-surat tersebut agar kita bisa beraktivitas,” tandasnya. (Her)