Lokasi rumah Tahfidzul Qur'an yang ditutup oknum legislator di Kota Makassar. Foto Irfan/Viva.co.id

MAKASSAR TODAY – Amirudin, seorang anggota DPRD di Kabupaten Pangkep, Makassar, Sulawesi Selatan (sukses) akhirnya buka suara soal penutupan rumah tahfidz di Jalan Ance Dg Ngoyo, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.

Baca juga : Oknum Anggota Dewan Tutup Akses Tempat Penghafal Al-quran

Melansir detik.com, Sabtu (247/2021) Amirudin yang diketahui dari Fraksi PAN menyebut tembok itu dibangun bukan karena terganggu suara mengaji anak-anak, melainkan lantaran untuk kebersihan.

“Saya sama sekali tidak terima jika dikabarkan menutup tembok rumah tahfiz karena ribut mengaji. Saya hanya keberatan sampah yang berada di lokasi,” tegas Amiruddin.

Baca juga : Berkedok Jualan Sayur, Seorang Janda di Palembang Diciduk Polisi

Dirinya menuturkan, jika dirinya hanya sesekai saja menempati rumah itu jika dirinya sedang berada di Kota Makassar.

Selain itu, Amirudin menjelaskan bahwa tembok yang ia bangun posisinya menutup akses pintu belakang, bukan jalan utama menuju rumah tahfidz tersebut.

Baca Juga :  Pengen Ngerasain Mantap – mantap Threesome, Baca Dulu 7 Hal Ini

Baca juga : Geger, Petugas Kebersihan Temukan Mayat Bersimbah Darah

“Awalnya ada warga pemilik rumah meminta izin kepada saya untuk membuat pintu agar dapat memasukkan bahan material ke dalam rumah,” terangnya.

Baca juga : Rektor UI Ari Kuncoro Resmi Mengundurkan Diri Sebagai Wakil Komisaris Utama

Dia juga membantah adanya larangan dari pihak RW untuk menembok rumah itu. Dia mengaku pihak kelurahan, kecamatan, hingga RT/RW setempat tidak pernah sama sekali menghubunginya. Dia pun berjanji akan membongkar tembok itu setelah dia melakukan klarifikasi ke sejumlah pihak.

Amiruddin menegaskan dia membuat tembok itu karena tempat itu sering dijadikan pembuangan sampah. Sesekali, lanjut dia, tempat itu dijadikan untuk menjemur pakaian.

Baca Juga :  Mural Dihapus, Poster Sindir Pemerintah Muncul

Baca juga : 1000 Pemuda di Kabupaten Bogor Dapat Vaksinasi Gratis

“Saya mau mediasi, saya siap bongkar, tapi saya mau klarifikasi bahwa itu yang saya tutup bukan jalan akses tahfiz, karena memang ada jalannya ke depan. itu saya keberatan, karena dia sering buang sampah, jemur pakaian, kasur di pagar saya. Hanya saya tidak bisa, karena tidak ada bukti,” ucapnya.

Sebelumnya, pintu belakang rumah tahfiz ditembok oleh tetangganya sendiri dengan semen lantaran anak-anak tahfiz dianggap terlalu ribut saat mengaji.

Dikabarkan sebelumnya, Amirudin dikabarkan menutup akses masuk pintu belakang disebabkan merasa terganggu mendengar suara anak-anak saat sedang mengaji tersebut.

Hal itu berdasarkan laporan dari sejumlah warga sekitar kepada pihak RT/RW setempat. Selain itu, anak-anak yang telah selesai mengaji kerap bermain di lokasi.(Yeni/detik/B.Supriyadi).