JAKARTA TODAY – Sekretariat National Central Bureau (NCB)-Interpol Indonesia mendapat intruksi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna mencari keberadaan buronan kasus dugaan korupsi penetapan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024, Harun Masiku.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri menyebut upaya pelacakan juga terus dilakukan KPK dengan menggandeng kerja sama para pihak, Bareskrim Polri, Dirjen Imigrasi Kemenkumham, serta NCB Interpol.

Menurutnya, bahwa pihaknya telah mendapat informasi terbaru bahwa pihak Interpol sudah menerbitkan Red Notice atas nama DPO Harun Masiku.

Baca Juga :  Mural Kritik Sosial di Jasinga Dihapus Pria Misterius

Juru bicara berlatar belakang jaksa ini mengklaim pihaknya tetap serius mencari Harun untuk kemudian memproses hukum dirinya selaku mantan calon legislatif Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut.

“KPK, turut meminta bantuan kepada masyarakat agar mau memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan Harun. Semoga KPK berharap bisa segera menangkap DPO Harun Masiku,” ucap Ali seperti dikutip cnnindonesia.com, Jumat (30/7/2021).

Seperti diketahui, Harun ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena diduga menyuap mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan, agar bisa ditetapkan sebagai pengganti Nazarudin Kiemas yang lolos ke DPR, namun meninggal dunia.

Baca Juga :  Bentangkan Poster Kritikan, Mahasiswa UNS Solo Ditangkap

Ia diduga menyiapkan uang sekitar Rp850 juta untuk pelicin agar bisa melenggang ke Senayan dan buron sejak Januari 2020.

Beberapa waktu belakangan, Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Penyelidik KPK nonaktif, Harun Al Rasyid, mengaku mengetahui keberadaan Harun Masiku di Indonesia.

Mantan penyelidik di Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) ini menjelaskan tidak bisa menangkap yang bersangkutan lantaran telah diminta untuk menyerahkan tugas dan tanggung jawab ke atasannya, imbas tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). (ryn/CNN/B. Supriyadi)