DEPOK TODAY – Kasus dugaan pemotongan dana bantuan sosial (bansos) yang dilakukan oleh Ketua RT dan Ketua RW di beberapa kelurahan di wilayah Depok menjadi perhatian kepolisian.

Dilansir tempo.co, Sabtu (31/7/2021) Kasat Reskrim Polres Depok Ajun Komisaris Besar (AKBP) Yogen Heroes Baruno menyebut bakal meminta keterangan masyarakat yang menjadi korban penyunatan bantuan dampak Covid-19 tersebut.

Yogen mengatakan, kepolisian belum bisa memastikan apakah ada unsur pidana dalam kasus tersebut dan siapa yang bisa dijadikan tersangka.

“Semua masih dalam proses dan penyelidikan. Kita akan ambil keterangan warga, nanti pasti kita infokan perkembangan,” kata Yogen.

Untuk diketahui, Ketua Rukun Warga 05 Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Kota Depok, Kuseri mengakui melakukan pemotongan dana bantuan sosial tunai (BST) yang diterima warga dari pemerintah pusat. Besar potongan bansos tunai itu Rp 50 ribu dari total dana Rp 600 ribu untuk setiap kepala keluarga penerima BST.

Baca Juga :  Delapan Buah Celurit dan Stik Golf Disita Dari Lima Oknum Pelajar 'Badung'

Kuseri menyebut, potongan itu untuk biaya perbaikan mobil ambulans operasional warga setempat.

“Mengenai pemotongan bansos sebesar Rp 50 ribu itu sudah kesepakatan antara ketua RW, ketua RT dan pengurus posko siaga, karena kita punya mobil ambulans yang operasionalnya sangat padat,” kata Kuseri, Rabu 28 Juli 2021.

Kuseri mengatakan, ambulans tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah dan harus turun mesin, sehingga membutuhkan anggaran yang cukup banyak. “Maka kita sepakat untuk momen yang tepat ini kita gunakan untuk memperbaiki (mobil ambulans),” kata Kuseri.

Baca Juga :  614 Rumah di Rangkasbitung Terendam Banjir, 62 Warga Diungsikan

Selain untuk mobil ambulans, uang potongan bansos tunai itu juga disisihkan untuk program kain kafan gratis untuk masyarakat. “Kita di lingkungan RW 05 punya program kain kafan gratis, jadi mungkin beberapa warga tidak tahu itu darimana dananya kain kafan gratis, jadi terobosan kami seperti itu,” kata Kuseri.

Kuseri membantah memotong bansos tunai jatah warga terdampak Covid-19. “Kita tidak memotong bansos, kita mohon bantuan donasi untuk perbaikan mobil ambulans dan kain kafan,” ujarnya.(Ade/tempo/B. Supriyadi).