bogor-today.com, BOGOR – Tak ada angin, tak ada hujan, atap rumah warga milik Aan Susanti (44) yang terletak di kampung Dekeng, RT02, RW01, Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor tiba-tiba ambrol, pada Senin (2/8/2021) pagi.

Pantauan Bogor Today, sekitar pukul 10.30 WIB, terlihat material bangunan seperti genteng dan kayu berserakan menyelimuti area dapur rumah Aan Susanti.

Aan Susanti menceritakan, ambrolnya genteng dan material bangunan rumahnya itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Namun dalam peristiwa ini, kata dia, tidak ada korban jiwa.

“Sesaat sebelum kejadian saya sedang masak di dapur, terus saya mendengar ada bunyi dari atas, pas dilihat ternyata genteng di atas mau jatuh, saya pun lari ke luar untuk menyelamatkan diri. Tidak lama genteng dan kayu yang ada di atas dapur jatuh. Kejadiannya tadi sekitar jam 10an,” kata Aan Susanti kepada Bogor Today di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Jenazah almarhum Kapten pilot pesawat Rimbun Air Mirza Akan Tiba di Bogor Malam Ini

Janda berusia 44 tahun itu menambahkan, pasca kejadian dirinya kembali ke dalam rumah untuk melihat kondisi dapurnya. Setelah di cek, material bangunan seperti genteng dan kayu sudah berantakan. Selain itu, kompor dan peralatan dapur lainnya rusak akibat terkena reruntuhan.

“Kalau dilihat kerugiannya cukup banyak, karena yang rusaknya juga cukup parah. Ya, mudah-mudahan dapat bantuan dari pemerintah,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Lurah Genteng Riki Riswan Deris menyampaikan, ambrolnya genteng dan material bangunan yang terjadi di rumah Aan Susanti itu diduga kuat karena material bangunannya sudah lapuk dan keropos, sehingga tidak kuat menahan beban genteng yang ada diatasnya.

Baca Juga :  Cafe Ruang Rakyat Tempat Nongkrong Baru di Kota Bogor, Cocok Buat Semua Kalangan

“Kita mendapat kabar bahwa ada warga kita yang terkena musibah dan setelah kita cek ke lokasi ternyata kerangka atapnya sudah lapuk dan keropos, sehingga kita menduga ambrolnya genteng bangunan milik bu Aan ini dikarenakan memang sudah rapuh dan tidak kuat lagi menahan material bangunan,” kata Riki saat meninjau lokasi.

Lanjut Riki, pihaknya akan coba usulkan perbaikan rumahnya itu melalui program BSTT. Di samping itu, pihak kelurahan juga memberi sedikit bantuan berupa paket sembako.

“Pasca kejadian ini kita akan coba usulkan bantuan melalui BSTT. Mudah-mudahan terealisasi,” pungkasnya. (Hery)