BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Pandemi tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tapi juga berdampak pada hampir semua lini seperti penyelenggaraan open turnamen Campursari Cup yang di selenggarakan oleh sekelompok pedagang dan pegawai pasar Jasinga pada Hari Sabtu 21 Agustusan 2021 di lapangan pasir balok, Kampung Parungsapi Mesjid RT 03 RW 09 Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.

Pipih Rustandi, salah satu wakil ketua panitia pelaksana acara menuturkan bahwa pelaksanaan turnamen Campursari Cup yang di selenggarakan pada pagi hari pukul 08:00 WIB, karna saat ini masih dalam masa PPKM, untuk itu panitia menjaga kerumunan warga, hingga acara terselenggarak tidak seperti pada umumnya, dan seperti biasanya yaitu pada sore hari.

Baca Juga :  Isak Tangis Mewarnai Kedatangan Jenazah Pilot Rimbun Air Kapten Agithia Mirza

“Yaa , turnamen ini kami selenggarakan karna kami para pecinta olahraga sepak bola tidak mau kehilangan momentum di bulan Agustus, meski penyelenggaraan tidak seperti biasanya, tapi setidaknya kami berharap acara pada moment ini bisa jadi ajang kembali mengeratkan silaturahmi, serta menghilangkan kejenuhan para pemain lokal dan club sepak bola yang tentunya rindu mengolah sikulit bundar,” kata dia, Sabtu (21/08/2021).

Dia menambahkan, untuk menjaga kerumunan masa, selain menjalan protokol kesehatan panitia penyelenggara pun membatasi peserta dalam turnamen ini, hanya sebanyak 16 club dengan sistem yang kalah langsung gugur.

“Dan waktu bertanding selama 2 x 20 menit tanpa perpanjang waktu, kalo pun terjadi draw maka pertandingan dilangsungkan dengan adu pinalti,” ujar mantan pemain tarkam yang sempat bersinar di era 90an di Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor itu.D

Baca Juga :  Perangi Berita Hoaks, Ridwan Kamil Siap Bantu Percepatan Sertifikasi Wartawan

Di sisi lain, Muhammad Riyan Bahtiar salah satu pemain muda berbakat berusia 18 tahun, yang sedang merumput di club Sadulur FC menuturkan, meski awalnya ada kesan kurang serius dalam menjalankan pertandingan.

“Karena pertandingan dilaksanakan pada pagi hari dan waktu nya cuma 20 menit dalam satu babak, tapi adanya turnamen ini cukup mengobati kerinduan kami para penggiat dan pecinta olahraga sepak bola,” tuturnya dengan nada sumringah. (Didin/CR)