BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Akhir-akhir ini cuaca ekstrem terjadi di wilayah Bogor. Bahkan di wilayah Kabupaten Bogor, tengah dilanda bencana banjir dan longsor. Dimana bencana alam itu menghantam pemukiman warga, khususnya warga yang berada di bantaran sungai.

Melihat dari musibah itu, Aparat Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, yang mayoritas memiliki warganya tinggal di bantaran sungai Ciliwung di minta untuk waspada ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayahnya.

Bahkan, pihak kelurahan yang dipimpin Dicky Pratama itu akan menyiapkan dua posko darurat atau posko bencana sebagai tempat evakuasi warga jika debit air Ciliwung sedang tinggi.

“Kalau debit air Ciliwung tinggi, kita sudah siapkan beberapa tempat untuk dijadikan posko darurat bencana, bisa di aula kelurahan dan satu lagi di lapangan dekat SD Sempur Kaler,” kata Lurah Sempur, Dicky Pratama saat ditemui Bogor-Today.com, Selasa (7/9/2021).

Baca Juga :  Jenazah almarhum Kapten pilot pesawat Rimbun Air Mirza Akan Tiba di Bogor Malam Ini

Dicky menuturkan, bahwa di kelurahan Sempur ini memiliki tim Ketana (Kelurahan Tangguh Bencana), dimana tim ini sebagai wadah untuk mengantisipasi bencana alam di Kelurahan Sempur.

“Jadi ketika cuaca mendung, kemudian hujan turun, sampai debit air Ciliwung tinggi ini, tim Ketana yang selalu berkoordinasi dengan aparatur wilayah, mulai dari kelurahan, pengurus RW hingga pengurus RT, jadi ini sebagai wadah untuk menyampaikan informasi dalam mengantisipasi bencana,” tuturnya.

Ia juga menyebutkan, bahwa di kelurahan Sempur ini ada 3 wilayah yang lokasinya berada di sepanjang bantaran sungai Ciliwung, yaitu RW 3, 4 dan 5. Sedangkan posisi rumah warga yang tepat berada di bantaran Ciliwung kurang lebih ada 200 unit, dengan jumlah warga hampir 800 jiwa.

Baca Juga :  210 Karyawan PTPN Kebun Cikasungka Divaksin Sinopharm

Dicky juga menyampaikan ada beberapa tembok penahan tanah (TPT) yang rusak, dan pihaknya sudah mengajukan ke PUPR dan lanjut koordinasi ke pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung.

“Bendungan yang tadinya jebol, saat ini sudah diperbaiki,” ucapnya.

Selain diminta waspada, dirinya pun berharap warganya sadar akan kebersihan lingkungan, terutama kebersihan sungai Ciliwung. Sebab, dengan menjaga lingkungan dapat meminimalisir bencana apalagi dalam setahun ini pihaknya sudah bekerja sama dengan Satgas Ciliwung untuk bersama-sama melakukan naturalisasi sungai Ciliwung.

“InsyaAllah, kita rencanakan minggu depan untuk melakukan bebersih sungai Ciliwung bareng Satgas dan ini sudah rutin kita lakukan,” pungkasnya. (Hery)