BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Sejumlah poster yang diduga menyindir atau mengkritik pemerintah muncul di Jalan Brigjen Saptadji Hadiprawira, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor.

Sebelumnya, nada kritikan berupa coretan dinding bertuliskan “seniman diburu, bansos berlalu” juga menghiasi tembok pembatasan lahan kosong yang tak jauh dari sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Cilendek.

Kini, sebuah panel milik perusahaan Pusat Listrik Negara (PLN) jadi sasaran masyarakat yang diduga jengah dengan kondisi kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

Pantauan bogor-today.com, Senin (13/9/2021) terdapat tiga buah poster beragam ukuran bertuliskan nada kritikan.

Didalam poster yang diperkirakan berukuran 30×40 sentimeter tersebut, juga dihiasi foto sketsa yang diduga mirip presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyinggung soal kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Tujuannya memutus rantai penyebaran, tapi kok malah memutus rezeki orang” bunyi dalam poster itu.

Tak hanya itu, dalam poster yang sama juga terdapat sebuah ilustrasi papan imbauan dan memelesetkan kepanjangan dari PPKM.

Baca Juga :  Pengurus PWI Sowan ke DPRD Kota Bogor

“Maaf jalan ditutup dalam rangka PPKM pala pusing kurang money,”demikian tulisan itu.

Di tempat yang sama, diperkirakan berjarak hanya empat jengkal saja nada kritikan perihal Covid-19 juga turut mewarnai panel berwarna hijau tersebut.

“Diluar mati karena Covid-19, di rumah mati kelaparan. Penuhi kebutuhan hidup rakyat, rakyat lapar,” tulis kritikan itu.

Hingga berita ini ditulis, tak diketahui jelas, siapa yang memasang poster tersebut dan apa tujuannya.

“Kalau yang tulisan ini (poster ombnibus law) sudah lama saya lihat. Tapi kalau yang dua ini baru hari ini saya lihat,” ujar warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.

Ia menerangkan bahwa sebelum masa pandemi Covid-19 marak anak-anak Punk kerap nongkrong di sekitaran. Namun, ketika pandemi sudah tidak terlihat lagi mereka (punk).

“Kemungkinan mereka, tapi enggak tahu juga, saya enggak mau nuduh,” kata dia diselingi senyum kecil.

Baca Juga :  Bebeletokan, Permainan Tradisional yang Terlindas Teknologi Digital

Dikabarkan sebelumnya, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengakui bahwa selama ini banyak warga, baik kelompok maupun individu yang memiliki bakat seni tetapi tak memiliki medianya. Jadi mereka menyasar fasilitas publik, yang kemudian merusak keindahan kota

“Mau mural kritikan atau apapun itu yang terlihat merusak keindahan kota bakal kita hapus,” kata Dedie, Minggu (5/9/2021) lalu.

Mantan Direktur Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antar Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK itu menegaskan bahwa Pemkot Bogor sudah menyediakan Taman Graffiti di awasan lapangan Sempur untuk menuangkan kreativitas warga.

Dengan demikian, ia menyebut kedepannya tidak menutup kemungkinan Dinas terkait membuat kegiatan khusus seperti lomba mural atau graffiti untuk mengakomodasi kreatifitas warga.

“Kedepannya, kita coba mencari alternatif lain secara resmi dengan merangkul para pegiat seni mural untuk memberikan pesan moral. Temanya bisa Covid-19, budaya maupun olahraga,”tutupnya. (B. Supriyadi)