BOGOR-TODAY.COM, BOGOR –  Padepokan Titisan Citra Komara Cimande (TCKC) yang diwariskan dari sanga ayah kepada Kepala Desa Jugalajaya,Hanifa menjadi spirit untuk tetap mempertahankan seni budaya pencak silat yang sudah jadi tradisi secara turun-temurun di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.

Lelaki yang akrab di sapa Jaro Chekim pun sumringah, saat anak didiknya di Paguron TCKC dikunjungi Himpunan Persaudaraan Insan Budaya Pencak Silat (HPIBPS) dalam rangka mempererat silaturahmi antar paguron.

Baca Juga :  Humas Polda Metro Ungkap Penyebab Tergulingnya Helikopter Kemenhub

“Semoga kegiatan – kegiatan silaturahmi seperti ini tetap terus berlanjut dan terjaga, sebab dengan seperti ini kita bisa saling menguatkan satu sama lain, dalam upaya mempertahankan seni tradisi pencak silat,” kata Jaro Chekim, Jumat (10/9/2021).

Chekim bercerita, sejarah berdirinya Paguron Titisan Citra Komara Cimande yang pertama kali diperkenalkan oleh Abah Haji Muhi sekitar 1967 sampai dengan 1975.

Baca Juga :  Ketua PKK Desa Pangradin Kawal Jalannya Vaksinasi Kaum Hawa

“Abah Haji Muhi itu kakanya bapak saya. Setelah beliau meninggal diteruskan oleh bapak saya sampai akhir 2011, dari situ pengajaran kepada anak-anak sempat terhenti sekitar 3 tahun, setelah itu karna banyak permintaan dari warga dan anak-anak yang berharap pencaksilat dihidupan kembali dan alhamdulillah sampai sekarang ini,” paparnya. (Didin/CR)