BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) Kebon Kembang Blok B yang dimotori Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Kota Bogor dan sejumlah mahasiswa kembali menggeruduk Kantor Wali Kota Bogor, Jalan Ir Djuanda, Jumat (3/9/2021) sore.

Pantauan Bogor Today, sekira pukul 15.00 WIB, terlihat para PKL dan mahasiswa tiba di halaman Balaikota Bogor. Setibanya di lokasi, mereka pun membentangkan spanduk penolakan penggusuran yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor.

Selain itu, mereka juga melakukan orasi di depan Kantor Wali Kota yang sudah di jaga ketat oleh petugas kepolisian dan juga Satpol PP Kota Bogor.

Hingga kini, aksi demonstrasi PKL dan mahasiswa di Balaikota masih berlangsung.

Sebelumnya, aksi serupa dilakukan pedagang kaki lima (PKL) Pasar Kebon Kembang di Balaikota Bogor pada Senin (23/8/2021) lalu.

Baca Juga :  Jenazah almarhum Kapten pilot pesawat Rimbun Air Mirza Akan Tiba di Bogor Malam Ini

Aksi itu, dilatarbelakangi karena mereka (PKL) merasa tidak mendapat keadilan dari pemerintah usai digusur oleh pengelola Pasar dalam hal ini Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor.

Ketua DPD Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Kota Bogor Uni Ely Murni mengatakan, aksi tersebut untuk menuntut kepedulian dan pertanggung-jawaban dari Wali Kota Bogor Bima Arya yang dinilai tidak memberikan solusi kongkret untuk keberlangsungan hidup para PKL pasca digusur.

“Para PKL, kini hanya bisa bertahan hidup dengan cara mengandalkan dana simpanan dan terus menambah utang. Malahan pasca penggusuran ini, Pemkot Bogor tidak memberikan solusi kongkret untuk keberlangsungan hidup para PKL,” katanya.

Baca Juga :  Isak Tangis Mewarnai Kedatangan Jenazah Pilot Rimbun Air Kapten Agithia Mirza

Ia menuturkan, bahwa para PKL ini sudah satu bulan lebih menganggur akibat di gusur oleh Perumda PPJ. Bahkan, penggusuran tersebut dinilai tidak manusiawi lantaran melibatkan oknum aparat keamanan dengan cara melempar-lempar dagangan milik PKL.

Di samping itu, sambung dia, penggusuran di masa ekonomi yang sulit akibat penerapan PPKM ini merupakan tindakan yang kejam dan jahat.

“Padahal, mereka (para PKL) hanya ingin mencari nafkah demi mencukupi kebutuhan hidup, tidak pernah membebani dan merepotkan pemerintah,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya pun meminta agar Wali Kota Bogor mengevaluasi Kinerja Direksi Perumda PPJ karena melibatkan oknum Kepolisian (Brimob) untuk menggusur PKL dengan cara yang arogan dan anarkis, pungkasnya. (Hery)