Tindakan Represif Aparat Kepolisian
Tindakan Represif Aparat Kepolisian Menambah Daftar Kekerasan, YLBH : 2019 Sebanyak 68 Kasus.

BOGOR-TODAY.COM, JAKARTATindakan represif aparat kepolisan kembali menjadi sorotan. Baru-baru ini seorang polisi berpangkat brigadir diamankan Polda Banten usai menganiaya seorang mahasiswa saat unjuk rasa di kantor Bupati Tangerang beberapa hari lalu. Hal itu, menambah daftar deretan kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian.

Melansir cnnindonesia.com, Minggu (17/10/2021) Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mencatat pada 2019 sebanyak 68 kasus. Penangkapan sewenang-wenang 3.539 korban, lalu penahanan sewenang- wenang sebanyak 326 korban dan penyiksaan sebanyak 474 korban.

Baca Juga :  APBD 2022 Disahkan, Masih Seputar Pemulihan Ekonomi

“474 itu cuma yang bisa LBH-YLBHI tangani. Padahal kami baru ada di 17 Provinsi. Penyiksaan [paling banyak dilakukan] di kantor polisi atau saat ditangkap,” kata Ketua Asfinawati kepada CNNIndonesia.com, yang dikutip bogor-today.com, Minggu (17/10/2021).

Sementara, pengacara Publik LBH Jakarta, Teo Reffelsen juga memiliki catatan yang sama. Ia juga merangkum beberapa rentetan tindakan represif dan kekerasan yang pernah dilakukan oleh aparat kepolisian.

Baca Juga :  Kementerian Sosial RI Gelar Gebyar Inklusif Hari Disabilitas Internasional 2021 di Bogor

2019-2020

1. Kerusuhan 21-22 Mei 2019
Banyak beredar anggota yang memakai baju polisi melakukan kekerasan dan penganiayaan terhadap masa demonstran. Sebanyak 4 orang tewas karena peluru tajam dan 1 orang tewas karena hantaman benda tumpul.

Halaman:
« 1 2 | Selanjutnya › » Semua