BOGOR-TODAY.COM, BOGORMedia sosial biasanya tidak bisa terlepas dari kegiatan sehari-hari, apalagi dikalangan remaja atau generasi Z yang setiap saat selalu bergantung dengan media sosialnya.

Bahkan, medsos sudah menjadi lifestyle tersendiri bagi generasi Z, seperti cara berpakaian, atau fashion, makanan, tempat hits, dan  juga berita viral.

Berdasarkan hasil survey tim bogor-today.com, Rabu (17/11/2021) kalangan remaja lebih banyak menggandrungi platform Instagram dan TikTok. Mereka beralasan, instagram sendiri menyediakan kemudahan dalam pencarian informasi yang diinginkan.Terlebih dengan fitur video reealsnya yang dikemas secara lebih menarik.

Dengan hadirnya kedua platform media sosial tersebut, para remaja mengaku terbantu karena hal yang menjadi keahlian ataupun kesukaan dapat didapatkan secara lebih mudah.

Meskipun mereka memiliki porsi bermain medsos yang berbeda, tetapi tidak dapat dipungkiri, mereka dapat bermain medsos secara nonstop.

“Tak terhingga, bisa seharian. Biasanya konten yang dicari seputar film, juga soal jurusan keahlian yang saya ambil saat ini, ” ujar Riva seorang siswi salah satu sekolah SMK di Bogor.media sosial

Sementara, laporan perusahaan media asal Inggris, We Are Social. Bekerja sama dengan Hootsuite, keduanya merilis laporan “Digital 2021: The Latest Insights Inti The State of Digital” yang diterbitkan pada 11 Februari 2021. Laporan ini berisi hasil riset mengenai pola pemakaian media sosial di sejumlah negara. termasuk di Indonesia.

Menurut laporan tersebut, rata-rata orang Indonesia menghabiskan tiga jam 14 menit sehari untuk mengakses media sosial.

Dari total populasi Indonesia sebanyak 274,9 juta jiwa, pengguna aktif media sosialnya mencapai 170 juta. Artinya, jumlah pengguna media sosial di Indonesia setara dengan 61,8 persen dari total populasi pada Januari 2021. Angka ini juga meningkat 10 juta, atau sekitar 6,3 persen dibandingkan tahun lalu.

Nama Indonesia tercatat dalam daftar 10 besar negara yang kecanduan media sosial. Posisi Indonesia berada di peringkat sembilan dari 47 negara yang dianalisis. Sebanyak 168,5 juta orang Indonesia menggunakan perangkat mobile, seperti smartphone atau tablet untuk mengakses media sosial, dengan penetrasi 99 persen. Jumlah pengguna internet di Indonesia Masih dalam laporan yang sama, pada Januari 2021, pengguna internet di Indonesia tercatat mencapai 202,6 juta dengan penetrasi 73,7 persen.

BACA JUGA :  Daftar 10 Negara Paling Damai di Dunia Tahun 2026

Dari total 202,6 juta pengguna internet di Indonesia, 96,4 persen di antaranya menggunakan smartphone untuk mengakses internet. Dirangkum KompasTekno dari We Are Social, waktu yang dihabiskan orang Indonesia untuk mengakses internet per hari rata-rata yaitu 8 jam 52 menit. Berdasarkan aplikasi yang paling banyak digunakan, secara berurutan posisi pertama adalah YouTube, WhatsApp, Instagram, Facebook, lalu Twitter.

Perusahaan media sosial milik Mark Zuckerberg mendominasi tiga teratas dalam daftar lima aplikasi yang paling sering digunakan oleh pengguna berbasis Android di Indonesia. Secara berurutan, kelima aplikasi itu diantaranya adalah WhatsApp, Facebook, Instagram, TikTok, lalu Twitter.

Menurut laporan, waktu yang dihabiskan pengguna WhatsApp di Indonesia yaitu sekitar 30,8 jam per bulan, Facebook 17 jam per bulan, Instagram 17 jam per bulan, TikTok 13,8 jam per bulan, kemudian Twitter 8,1 jam per bulan. Dari sekian banyak layanan video streaming, YouTube masih menduduki posisi teratas dengan rata-rata waktu penggunaan 25,9 jam per bulan.

Berdasarkan laporan dari Royal College for Public Health di Inggris, 91 persen dari kelompok usia 16-24 tahun merupakan pengguna aktif media sosial. Jumlah ini jauh lebih banyak bila dibandingkan dengan pengguna pada kelompok 55-64 tahun dan 65 tahun ke atas, yaitu 51 persen dan 23 persen.

Para pengguna aktif itu dapat menghabiskan waktu hingga dua jam sehari untuk menggunakan media sosial. Bila sudah mencapai tingkat adiksi (ketergantungan), mereka biasanya tidak mampu lepas dari gawai dan media sosial, bahkan untuk waktu yang sebentar.

Dampak negatif media sosial

Media sosial memang memiliki sejumlah manfaat, seperti memudahkan dalam berbagi kabar, menemukan komunitas seminat, bahkan menjadi peluang usaha. Namun, kita juga tak boleh menutup mata pada dampak buruk yang mungkin terjadi akibat penggunaan media sosial, khususnya pada dewasa muda.

BACA JUGA :  Belanda Tampil Superior, Swedia Dibungkam 5-1 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Melansir klikdokter.com, Rabu (18/11/2021) bahwa menurut studi pengguna aktif media sosial cenderung lebih rentan mengalami gangguan kesehatan jiwa, seperti kecemasan, kesepian, depresi, adiksi (ketergantungan), serta masalah lain seperti gangguan konsentrasi (Attention Deficit and Hyperactive Disorder) dan gangguan tidur. Semakin banyak jenis media sosial yang dipakai dan semakin lama waktu yang dihabiskan untuk itu, semakin tinggi pula risikonya mengalami kondisi-kondisi di atas.

Selain itu, maraknya cyberbullying atau perundungan di dunia maya membuat pengguna media sosial, terutama remaja, rentan mengalami masalah psikologis. Misalnya, rendahnya rasa percaya diri, bulimia, bahkan rasa ingin bunuh diri akibat depresi.

Dari segi fisik, menggunakan media sosial hingga larut malam dapat mengganggu siklus tidur sehingga penggunanya bisa mengalami gangguan tidur dan social jet lag. Kondisi ini menyebabkan tubuh rentan mengalami kenaikan berat badan dan obesitas. Di sisi lain, obesitas merupakan faktor risiko dari berbagai penyakit seperti kolesterol, penyakit jantung, dan stroke. Berbagai dampak negatif itu membuat para ahli menyimpulkan bahwa kecanduan terhadap media sosial sama berbahayanya dengan kecanduan rokok dan alkohol.

Berapa lama waktu ideal?

Sejauh ini belum ada kesepakatan berapa batas aman menggunakan media sosial dalam sehari. Yang jelas, penggunaan lebih dari dua jam per hari dapat menimbulkan tekanan psikologis dan gangguan kesehatan, baik fisik maupun mental. Karena itu, waktu dua jam sering dianggap sebagai batas aman menggunakan media sosial.

Sebagai alternatif, manfaatkan waktu untuk berinteraksi dengan teman atau kerabat, dan melakukan aktivitas fisik yang sudah jelas baik untuk tubuh Anda.

Penggunaan media sosial sejatinya adalah pilihan masing-masing penggunanya. Karena itu, jadilah pengguna yang bijak dan cerdas.

Bila sudah berlebihan, batasi penggunaannya. Mengurangi waktu menggunakan media sosial dan menggantinya dengan kegiatan positif lain, seperti berolahraga dan melakukan hobi, akan membuat Anda lebih sehat serta bahagia. (Nova/Dea/MG/B. Supriyadi)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================