Modus isi pulsa
Ilustrasi kejahatan Siber.

BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Seorang remaja perempuan bernama Melati Aprilia (13) warga Kampung Cimanggis, Jalan Bilabong dalam, Kabupaten Bogor menjadi korban hipnotis dengan modus isi pulsa hingga 500 ribu oleh orang tidak dikenal, Rabu (10/2/2022) sekitar pukul 16.00 WIB

Saat itu, pelaku juga menyebutkan hal yang telah di sampaikannya itu agar tidak diketahui oleh pihak lainnya.

Seolah-olah mengikuti arahan pelaku, lalu korban membeli pulsa dengan jumlah besar kepada dua nomor pelaku masing- masing Rp250 ribu.

Sesampainya di konter dan telah mengisi pulsa ke nomor pelaku, korban sempat kebingungan lantaran saat itu ia tidak memiliki uang sebesar yang diminta pelaku untuk membayar pulsa tersebut.

Sementara, berdasarkan keterangan kakak korban, Iswan modus pelaku menghubungi melalui telphone menyampaikan bahwa telah menemukan sebuah dompet di salah satu SPBU, dompet tersebut dikatakan pelaku berisi uang tunai sebesar Rp 4,8 juta, perhiasan emas sebarat 10 gram lengkap dengan surat tertanda toko emas Sinar Mas Murni. Selepas itu adiknya diperintahkan membeli pulsa untuk dua nomor pelaku masing-masing Rp250 ribu.

BACA JUGA :  Disdik Kabupaten Bogor Minta Sekolah Tak Pungut Iuran Perpisahan dan Study Tour

“Pelaku ini, bilangnya nemu dompet di pom bensin terus ada isi uang, perhiasan emas 10 gram berikut suratnya. Terus kata dia (pelaku, red) kalau Mela beliin pulsa nanti dibagi dua uangnya lalu Mela mau saja disuruh beli pulsa. Adik saya pikir bakal diganti atau dibagi dua uangnya tapi ternyata nggak,” ujar Iswan saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp, Kamis (11/2/2022) malam.

“Habis mengirim pulsa ade saya bilang ini bayarnya gimana, kata si penelepon bayar dulu pakai cincin atau kalung. Lalu ade saya bilang bahwa dia enggak pakai cincin atau kalung,” Iswan menambahkan.

Karena merasa curiga lantaran korban terlihat kebingungan, penjual pulsa pun merebut handphone korban dan mengambil alih pembicaraan dengan pelaku.

BACA JUGA :  7 Tips Awet Muda untuk Pria agar Tetap Prima dan Percaya Diri

“Sadarnya setelah handphonenya diambil sama orang konter yang ambil alih pembicaraan sama pelakunya dan ade saya disuruh pulang minta uang ke orang tua buat bayar dulu. Itu sengaja, suruh pulang dengan maksud buat orangtua tahu kalau ada kejadian ini,” ujarnya.

Iswan juga mengaku sempat menghubungi nomor pelaku bahkan melakukan video call dan ternyata masih aktif.

“Saya telusuri semua nomornya aktif, bahkan saya sempat VC (video call) dan diangkat oleh pelaku, dia tutup mata pake tangan, kaget sepertinya,” imbuhnya.

Atas kejadian itu, handphone milik korban ditahan sebagai jaminan.

Ia berharap, agar kasus serupa tidak terulang dan meminta pihak kepolisian untuk segera mengusut dan menindak pelaku hipnotis modus isi pulsa.(B. Supriyadi).

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================