
BOGOR-TODAY.COM, JAKARTA – Belakangan ini bisnis racun kalajengking menjadi perbincangan hangat bagi masyarakat Indonesia. Terlebih, Presiden Jokowi sempat berujar bahwa zat dengan nilai tertinggi adalah racun kalajengking yang harganya US$ 10,5 juta atau Rp145 miliar per liter.
“Apa komoditas yang paling mahal di dunia? Pasti jawabannya emas. Bukan emas. Ada fakta yang menarik dari informasi yang saya baca. Komoditas yang paling mahal adalah racun kalajengking,” ujar Jokowi saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di hadapan para kepala daerah di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin, (30/4/2018) lalu seperti mengutip viva.co.id.
Lantas, apakah bisnis ini benar-benar menawarkan prospek yang menjanjikan?
Melansir temanbisnisapp.com, Kamis (18/8/2022) model bisnis kalajengking menitikberatkan pada penjualan racun kalajengking. Jadi, fokus utama usaha ini adalah memproduksi racun kalajengking sebanyak-banyaknya untuk kemudian dijual.
Racun kalajengking memiliki segudang manfaat
Di bidang kedokteran, racun kalajengking biasa dipakai untuk mengobati penyakit lupus, rheumatoid arthritis, kanker, dan pencegahan malaria. Di bidang pertanian, racun kalajengking merupakan pestisida alami yang ramah lingkungan.
Bagaimana cara mengekstrak racun kalajengking
Mengekstrak racun kalajengking tidaklah mudah. Pasalnya, untuk mendapatkan racun kalajengking, berarti kita harus “berhadapan” dengan sang pemilik racun.
Beragam metode untuk mengekstrak racun kalajengking dapat diterapkan, seperti stimulasi listrik, atau stimulasi mekanik yang tetap saja harus dilakukan secara manual dan dapat membahayakan diri.
Namun, baru-baru ini ilmuwan telah menemukan cara untuk mengekstrak racun kalajengking dengan lebih mudah. Para peternak kalajengking dapat membeli robot “perah” racun kalajengking yang bernama VES-4.
Pendapatan bisnis racun kalajengking
Dalam sebuah toko online ternama alibaba.com, jika kita melakukan pencarian dengan keyword “scorpion venom for sale”, kita akan mendapatkan sebuah toko yang menjual racun kalajengking bubuk seharga 90-200 USD per gram.
Dalam rupiah, per 1 gram racun kalajengking bubuk adalah seharga Rp 2.780.000. Maka harga 1 liter (1000 gram) racun kalajengking adalah Rp 2.780.000.000 (dua miliar tujuh ratus delapan puluh juta rupiah).
Mengekstrak 1 liter racun kalajengking
Berdasarkan data yang diperoleh dari Walter Reed Biosystematics Unit, seekor kalajengking rata-rata dapat memproduksi 0,5 mg racun setiap harinya. Angka ini diperoleh dengan catatan kita tidak ingin mengganggu kesehatan kalajengking.
Dengan asumsi bahwa proses ekstraksi dilakukan tiga kali seminggu, maka setiap bulannya terdapat duabelas kali proses ekstraksi.
Jika target kita mengumpulkan 1 liter racun kalajengking setiap bulan, maka kita harus mengekstraksi 83,33 gram racun kalajengking setiap harinya. Otomatis, kita membutuhkan setidaknya 166.667 kalajengking.
Terkait biaya, dalam bisnis kalajengking adalah biaya perawatan. Mulai dari rekayasa lingkungan untuk memastikan kalajengking selalu sehat, pakan, perawatan kandang dan obat, serta biaya keamanan dan keselamatan kerja.
Selain itu, proses ekstraksi racun juga harus dilakukan dengan keterampilan dan ketelitian tinggi. Untuk itu, gaji bagi pengekstrak racun kalajengking otomatis akan tinggi.
Peluang dan tantangan
Sementara, sebuah diskusi di forum quora.com, menyebut kebanyakan peserta diskusi atau diskusan beranggapan bahwa menjual racun kalajengking tidaklah mudah. Ada juga yang mengatakan bahwa “pengorbanannya” tidak sebanding dari hasil yang didapat.
Di luar itu semua, terdapat diskusan yang beranggapan bahwa pebisnis yang bisa “memenangi” persaingan bisnis kalajengking akan menjadi kaya-raya dikarenakan harga jual racun kalajengking yang tinggi. (*)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















