BOGOR-TODAY.COM – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada hari ini Kamis (28/9/2023) atau 12 Rabiulawal, banyak tradisi yang akan dilakukan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Para Wali Songo di Jawa telah memperkenalkan perayaan Maulid Nabi sambil menyebarkan agama Islam di Indonesia, menggabungkan seni dan budaya dalam prosesnya.
Perayaan Maulid Nabi pertama kali digelar pada abad ke-14 atau tahun 1404 Masehi, dalam budaya Jawa yang dikenal saat itu sebagai Sekaten.
Seiring berjalannya waktu, perayaan ini telah menyebar dan mengalami variasi sesuai dengan tradisi setiap daerah di Indonesia. Berikut adalah beberapa contoh tradisi peringatan Maulid Nabi di Indonesia yang diambil dari berbagai sumber.
- Tradisi Sekaten, Yogyakarta
Tradisi ini merupakan peringatan Maulid Nabi yang pertama kali diinisiasi oleh para Wali Songo pada abad ke-14. Awalnya, perayaan ini berlangsung selama sebulan penuh, tetapi sekarang hanya sekitar satu minggu, dari tanggal 5 hingga 12 Rabiulawal. Tradisi Sekaten digelar di wilayah Yogyakarta dan Surakarta.
- Tradisi Ampyang Maulid, Kudus
Tradisi Ampyang Maulid berasal dari Desa Loram Kulon, Jati, Kudus, Jawa Tengah. Ampyang Maulid adalah upacara perayaan yang melibatkan arak-arakan. Kata “ampyang” mengacu pada kerupuk, dan “Maulid” merujuk pada kelahiran. Tradisi ini pertama kali diperkenalkan pada abad ke-15 oleh Tjie Wie Gwan, seorang pendakwah Islam keturunan Tiongkok.
- Grebeg Maulud, Surakarta
Tradisi ini juga melibatkan gunungan, mirip dengan Ampyang Maulid, dan digelar di wilayah Yogyakarta dan Surakarta. “Grebeg” menunjukkan bahwa masyarakat mengikuti para sultan dan pemimpin yang keluar dari keraton untuk mengikuti upacara Maulid Nabi Muhammad SAW di masjid. Tradisi ini memiliki serangkaian tahapan sebelum mencapai puncaknya.
- Tradisi Masak Kuah Beulangong, Aceh
Tradisi Masak Kuah Beulangong berasal dari Aceh. Ini melibatkan memasak kuah khas Aceh yang dikenal sebagai Kuah Beulangong dalam kuali besar. Kuah Beulangong adalah hidangan berkuah merah dengan daging sapi atau kambing serta nangka muda sebagai isian. Proses memasaknya hanya dilakukan oleh laki-laki dan dilakukan dengan cara khusus, diiringi oleh sholawat.
- Tradisi Muludhen, Madura
Tradisi ini dilakukan oleh warga Madura, Jawa Timur, pada tanggal 12 Rabiul Awal. Acara ini melibatkan ceramah keagamaan dan narasi tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW di masjid setempat. Wanita membawa hidangan tumpeng yang dihias dengan buah dan tusuk lidi.
- Ngalungsur Pusaka, Garut
Upacara ini merupakan tradisi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang melibatkan membersihkan pusaka-pusaka peninggalan Sunan Rohmat (Sunan Godog atau Kian Santang). Pusaka ini dibersihkan dengan air bersih dan bunga, serta digosok dengan minyak wangi.
- Tradisi Panjat Jimat, Cirebon
Tradisi ini dirayakan bersama oleh tiga keraton di Cirebon, yaitu Keraton Kanoman, Kasepuhan, dan Kacirebonan, di makam Sunan Gunung Jati. Acara ini melibatkan pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW, sholawat, ucapan kalimat thayyibah, dan berakhir dengan doa bersama.
- Tradisi Baayun Maulid, Kalimantan Selatan
Tradisi Baayun Maulid berasal dari Kalimantan Selatan oleh Suku Banjar. Tradisi ini unik karena melibatkan seorang ibu dan anaknya. Selama acara di masjid atau surau setempat, mereka membuat ayunan bayi dari tiga lapis kain yang diayunkan sambil membaca syair maulid, dengan harapan anak akan tumbuh dengan akhlak yang mulia seperti Nabi Muhammad SAW.
Demikian informasi singkat mengenai tradisi peringatan maulid Nabi Muhammad di berbagai daerah. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














