BOGOR-TODAY.COM – Dengan perkembangan teknologi yang pesat, semakin berkembang pula modus penipuan, dan salah satu yang paling sering terjadi adalah penipuan melalui WhatsApp.
WhatsApp, sebagai aplikasi pesan instan yang digunakan oleh banyak orang di seluruh dunia, kini membuat penggunanya semakin rentan terhadap berbagai jenis penipuan daring.
Berikut adalah beberapa modus penipuan WhatsApp yang telah terdeteksi sepanjang tahun 2023.
- Modus Tombol View
Modus ini baru-baru ini mencuat, dan penipuan WhatsApp melibatkan pengguna menekan tombol “View,” yang akhirnya dapat mengakibatkan kebocoran data pribadi dan penyalahgunaan rekening mereka. Kasus ini pertama kali dilaporkan oleh akun TikTok @hendrayusuf260 pada 23 Juli 2023.
Akun tersebut mengingatkan pengguna WhatsApp untuk berhati-hati dan tidak gegabah saat menerima pesan singkat dari kontak yang tidak dikenal. Pesan tersebut biasanya berisi tautan atau dokumen misterius yang mengundang rasa ingin tahu, serta tombol “View” yang menarik perhatian.
Menurut para ahli keamanan siber, menekan tombol “View” akan mengarahkan pengguna ke situs web palsu yang meminta kredensial atau kata sandi. Setelah data ini dicuri, saldo rekening mobile banking pengguna bisa terancam.
- Modus Palsu atas Nama Bank
Modus ini awalnya menyebar melalui pesan singkat (SMS) dan sekarang juga ada di WhatsApp. Para penipu akan mengirimkan pesan yang memberi tahu korban bahwa mereka telah memenangkan undian bank atau meminta pembaruan data pribadi bank.
Penipuan ini bertujuan untuk mencuri informasi seperti PIN, kata sandi, dan nama pengguna mobile banking korban. Jika Anda menerima pesan semacam itu, sebaiknya segera blokir dan laporkan nomor WhatsApp tersebut.
- Modus Undangan Pernikahan Digital
Modus ini sempat viral karena mengecoh banyak orang. Penipu akan mengirimkan undangan pernikahan digital, tetapi alih-alih file undangan, mereka akan mengirim pesan dengan file Android package kit (APK) yang disebut “Surat Undangan Pernikahan Digital.” Setelah mengunduh dan membuka file ini, pengguna dapat menjadi korban penipuan.
- Modus Resi Ekspedisi
Penipu dalam modus ini menyamar sebagai kurir ekspedisi yang mengirimkan resi paket dan akan mengirimkan file APK yang berisi foto resi kepada korban. Setelah pengguna membuka file tersebut, saldo rekening mobile banking mereka dapat terancam.
- Modus Surat Tilang Online
Modus ini melibatkan penipu yang mengatasnamakan polisi dan mengirimkan surat tilang online dengan file APK berjudul “Surat Tilang-1.0.” Mereka akan mengarahkan korban untuk membuka file tersebut. Selanjutnya, pelaku akan meminta korban untuk mengunjungi kantor polisi, yang sebenarnya tidak ada.
Selain itu, ada juga modus penipuan di media sosial yang menawarkan pekerjaan “like” dan “subscribe.” Para pelaku akan memberi bayaran untuk setiap “like” dan “subscribe” yang dilakukan oleh korban, tetapi kemudian akan meminta korban untuk menginvestasikan uang mereka sebagai deposit.
Setelah uang disetor, para penipu akan menggunakan berbagai alasan untuk menahan dan memeras lebih banyak uang dari korban, sebelum akhirnya menghilang.
Semua pengguna WhatsApp sebaiknya sangat waspada terhadap modus penipuan semacam ini dan selalu berhati-hati dalam berinteraksi dengan pesan yang mencurigakan atau dari sumber yang tidak dikenal. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















