BOGOR-TODAY.COM – Ratusan keramba jaring apung (KJA) di aliran Waduk Saguling, kawasan Citiis, Kampung Ugrem, Desa Bongasm Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) diterjang banjir bandang. Akibatnya lebih dari 100 KJA rusak dan 10 ton ikan mati.
Bagi para petani ikan, bencana banjir bandang tersebut menyisakan kesedihan dan kerugian besar. Pasalnya, kebanyakan petani ikan di kawasan tersebut merupakan petani berskala kecil atau usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Banjir bandang melanda dua kali di aliran Sungai Saguling. Akibat meluapnya anak Sungai Cibitung dan Ciminyak. Sebanyak 100 petak KJA tercatat mengalami keruksakan cukup parah dan menyebabkan banyak ikan mati. Demikian dikatakan seorang petani KJA, sekaligus Paguyuban Jaring Apung Saguling, Teten.
“Banjir bandang terjadi dua kali. Petani yang terdampak cukuk lumayan besar,” kata Teten, Senin (27/2023).
Dengan kejadian ini sangat sulit bagi petani KJA untuk bangkit. Karena untuk membuat kolam baru mebutuhkan waktu tiga hinga enam bulan. Para petani berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk membantu para petani ikan yang terdampak agar mereka dapat kembali menjalankan usahanya.(NET*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















