
Oleh : Nadhifa Umni Rahayu
(Mahasiswa Jurusan Agribisnis Universitas Islam Negeri Jakarta angkatan 2023)
BOGOR-TODAY.COM – Banyumas, sebuah Kabupaten di Jawa Tengah yang terkenal dengan berbagai kekayaan budayanya memiliki warisan kuliner yang tak kalah menarik. Salah satu kuliner unik yang berasal dari daerah ini adalah dages.
Bagi sebagian orang, nama dages mungkin terdengar asing, namun bagi masyarakat Banyumas, dages merupakan makanan yang memiliki tempat istimewa di hati mereka. Artikel ini mengajak Anda untuk lebih mengenal apa itu dages, bagaimana sejarahnya, proses pembuatannya, dan tentunya kenikmatannya.
Dages adalah makanan tradisional yang telah ada sejak zaman dahulu di Banyumas. Makanan ini sering dijadikan lauk pendamping nasi oleh masyarakat setempat.
Dages terbuat dari ampas tahu yang diolah dengan berbagai bumbu sehingga menghasilkan rasa yang gurih dan lezat.
Pada masa lalu, masyarakat Banyumas yang mayoritas bekerja sebagai petani atau pengrajin tahu sering kali memanfaatkan ampas tahu yang biasanya dianggap limbah, menjadi makanan yang bernilai. Kreativitas inilah yang akhirnya melahirkan dages.
Bahan utama untuk membuat dages adalah ampas tahu, yang diperoleh dari proses pembuatan tahu. Ampas tahu ini kemudian dicampur dengan berbagai bumbu seperti bawang putih, bawang merah, ketumbar, garam, dan terkadang ditambahkan daun jeruk atau daun salam untuk memberikan aroma yang khas.
Semua bahan ini diaduk hingga merata, kemudian dibentuk sesuai selera, biasanya dalam bentuk bulat pipih atau persegi.
Setelah dibentuk, adonan dages kemudian digoreng dalam minyak panas hingga kering dan berwarna kecokelatan. Proses penggorengan ini harus dilakukan dengan hati-hati agar dages tidak terlalu kering atau gosong, tetapi tetap renyah dan gurih.
Dages memiliki rasa yang gurih dan sedikit asin dengan aroma bawang yang kuat. Teksturnya yang renyah di luar namun lembut di dalam memberikan sensasi tersendiri saat dikunyah. Selain itu, penggunaan daun bawang sebagai salah satu bahan bumbu memberikan sentuhan rasa yang khas dan segar.
Tidak hanya itu, dages juga memiliki keunikan dalam hal variasi rasa. Beberapa penjual dages di Banyumas sering kali menambahkan bahan-bahan lain seperti teri, ubi, atau bahkan cabai untuk memberikan rasa yang lebih kaya dan beragam. Hal ini membuat dages tidak hanya lezat namun juga memiliki banyak variasi yang bisa disesuaikan dengan selera.
Dages merupakan makanan yang cukup bergizi. Ampas tahu yang menjadi bahan utamanya mengandung protein nabati yang baik untuk tubuh.
Selain itu, bumbu-bumbu yang digunakan seperti bawang putih dan bawang merah juga memiliki manfaat kesehatan, seperti meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan jantung.
Namun, karena proses pembuatannya yang melalui penggorengan, dages juga mengandung lemak yang cukup tinggi. Oleh karena itu, konsumsilah dages dengan bijak dan seimbang, terutama bagi Anda yang memiliki masalah kesehatan terkait kolesterol atau jantung.
Dages bukan hanya sekadar makanan bagi masyarakat Banyumas, tetapi juga memiliki peran penting dalam budaya mereka. Makanan ini sering disajikan dalam berbagai acara adat dan upacara tradisional namun tidak menjadi fokus utama dari upacara tersebut.
Selain itu, dages juga menjadi salah satu identitas kuliner Banyumas yang patut dibanggakan. Masyarakat setempat sering kali memperkenalkan dages kepada wisatawan atau pendatang sebagai bagian dari upaya melestarikan dan mempromosikan kekayaan kuliner daerah mereka.
Seperti banyak makanan tradisional lainnya, dages juga menghadapi tantangan dalam hal pelestarian. Generasi muda saat ini cenderung lebih menyukai makanan cepat saji atau makanan modern yang lebih praktis. Hal ini membuat dages semakin jarang ditemukan, terutama di perkotaan.
Namun, di sisi lain, tantangan ini juga menjadi peluang bagi dages untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. Beberapa inovasi telah dilakukan oleh para pengusaha kuliner di Banyumas untuk memperkenalkan dages kepada generasi muda. Misalnya, dengan mengemas dages dalam bentuk yang lebih menarik dan praktis, atau menggabungkannya dengan hidangan-hidangan modern.
Selain itu, adanya media sosial juga memberikan peluang besar untuk mempromosikan dages secara lebih luas. Dengan berbagai kampanye kuliner dan promosi melalui platform digital, dages memiliki potensi untuk dikenal oleh lebih banyak orang, baik di dalam maupun luar negeri.
Meski menghadapi berbagai tantangan, upaya pelestarian dan inovasi terus dilakukan agar dages tetap eksis dan dikenal oleh generasi muda. Melalui berbagai cara, baik tradisional maupun modern, dages diharapkan bisa menjadi salah satu ikon kuliner yang membanggakan dari Banyumas.
Bagi Anda yang belum pernah mencoba dages, cobalah untuk mencicipinya saat berkunjung ke Banyumas. Nikmati kelezatan dan keunikan rasa dages, serta rasakan sentuhan budaya Banyumas dalam setiap gigitan. Dengan begitu, Anda tidak hanya menikmati sebuah makanan, tetapi juga ikut serta dalam melestarikan warisan kuliner Indonesia. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















