4 Tahun Menunggu Hak, Korban Bencana Alam Sukajaya Bogor Berjuang Dapatkan Air Bersih dan Sarana MCK

BOGORTODAY.COM – Korban bencana alam beberapa tahun lalu yang telah melanda Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor masih membutuhkan perhatian.

Pasalnya, sudah empat tahun lamanya penduduk terdampak bencana alam belum mendapatkan haknya dari Pemerintah Kabupaten Bogor dan bahkan masyarakat setempat masih bergelut dengan ketiadaan air bersih dan fasilitas pendukung yang memadai.

Kepala Desa Cileuksa, Apih Ujang mengatakan, perhatian harus diberikan pada Fasos-Fasum, mulai dari prasarana, sarana dan utilitas (PSU), baru kemudian kebutuhan perubahan mendesak yang masuk dalam daftar prioritas, seperti sarana air bersih dan fasilitas untuk beribadah, termasuk Penerangan Jalan Umum (PJU)

BACA JUGA :  Mata Menonjol Bisa Jadi Tanda Penyakit Tiroid, Kenali Gejala dan Risikonya

“Ini menjadi kebutuhan hari ini jangan sampai warga pindah mengisi huntap, karena mereka itu ke bingungan, karena tidak ada sarana air bersih termasuk saluran PSU, sebab hal itu menjadi salah satu kerawanan warga dan harus cari air bersih kemana melihat kondisi ancaman serta kesehatan para warga,” ungkapnya, Minggu (22/09/24).

Menurut Apih Ujang, warga yang tinggal di huntap ktersebut selama ini tidak memiliki fasilitas yang memadai, bahkan kesulitan mendapatkan air bersih.

“Tahun 2025 harapan kami dari pemerintahan desa bagi warga yang terdampak bencana, lanjutan kekurangan yang sudah dibangun tahun 2024 dan sebelumnya,” ujarnya.

Sementara itu, korban bencana alam yang ada di Desa Cileuksa sebanyak 1.174 kartu keluarga dan baru terbangun huntap sebanyak 558, yang artinya masih banyak korban bencana alam belum memiliki tempat tinggal.

BACA JUGA :  LPDP Buka Beasiswa Co-Funding 2026, Kesempatan Kuliah S2 di China, AS, hingga Indonesia

“Bencana itu bukan hanya sudah terealisasi atau yang terbangun tapi masih ada kekurangannya, kekurangan itu yang dari data base DKPP itu hasil dari verivikasi. Karena dari awal itu sudah mengusulkan dengan data base yang ada sesuai dengan warga korban bencana alam,” paparnya.

Lebih lanjut, ia juga menuturkan, masih banyak warganya yang masih bertahan di huntara dan menetap di kediaman sanak saudaranya.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================