Penemuan Mayat Warga Klaten Sudah Membusuk, Dikira Bangkai Tikus

BOGORTODAY.COM – Penemuan mayat seorang warga Desa Trunuh, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten, berinisial TW (53) membusuk di rumahnya. Korban diduga sudah meninggal sejak tiga hari yang lalu.

Pujo, ketua RT 2 RW 10 Desa Trunuh mengatakan, awal terungkapnya penemuan mayat korban ini dari kecurigaan tetangga yang mencium adanya bau busuk.

“Jam 10.30 WIB saya dilapori warga, ibu-ibu ke rumah saya melaporkan kok ada bau bangkai bilang mbok dicek apa ada tikus werok (besar) mati. Saya keluar rumah cek TKP,” jelasnya, pada Kamis (3/10/2024) siang.

Saat mengecek rumah korban bersama warga, terang Pujo, dari pintu samping terlihat korban di lantai. Kondisinya sudah meninggal dunia.

BACA JUGA :  Arab Saudi Buka Musim Umrah 1448 H, Visa Mulai Diterbitkan Sejak 31 Mei 2026

“Kondisinya sudah meninggal, sudah kayak gitu. Kemarin-kemarin keluhannya sakit, periksa jantung, kakinya itu bengkak ada luka. Tadi ditemukan sisa obat, obat jantung,” lanjut Pujo.

Yang bersangkutan, kata Pujo, hidup sendiri dan terlihat terakhir oleh warga hari Senin. Almarhum pernah bercerita tentang penyakitnya dengan gejala sesak napas.

“Pernah cerita ke saya riwayat penyakitnya, katanya sesek-sesek bilang jantung. Senin itu masih cerita ke saya habis periksa,” imbuh Pujo.

Setelah mendapat laporan, pihaknya berkoordinasi dengan instansi terkait, Puskesmas dan Inafis Polres Klaten. Hasil pengecekan kondisi sudah membusuk. Hal itu dikatakan Kasub Sektor Klaten Selatan, Iptu Suhedi.

BACA JUGA :  Turnamen Voli Istimewa Piala Karang Taruna Meriahkan HJB ke-544 di Malasari Nanggung

“Kondisi sudah membusuk dan diperkirakan meninggal dunia tiga hari lalu. Informasi masyarakat hari Senin malam korban masih beraktivitas,” ungkap Suhedi.

Menurut Suhedi, almarhum selama ini hidup sendiri. Saat ditemukan dalam posisi duduk di kursi garasi yang biasa digunakan untuk duduk setiap hari.

“Posisi duduk di kursi garasi yang biasa digunakan untuk duduk setiap hari. Dugaan karena punya penyakit bawaan dan komplikasi, jantung, tekanan darah tinggi dan asam urat juga,” katanya.

“Karena kondisi sudah seperti itu dari pihak keluarga mengikhlaskan dan diarahkan untuk dimakamkan,” pungkas Suhedi.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================