Riwayat Aktivisme Atang Trisnanto yang Panjang jadi Pilihan Tepat Memimpin Kota Hujan

Forum Aktivis Lintas Generasi Keluarga Mahasiswa IPB.

BOGORTODAY.COM – Kali ini, pasangan Pilwalkot Atang Trisnanto dan Annida Allivia mendapat dukungan dari Forum Aktivis Lintas Generasi Keluarga Mahasiswa IPB, yang terdiri dari para alumni pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) IPB .

Ketua Forum Deni Kurniawan menyebut Atang dikenal luas sebagai sosok yang memiliki rekam jejak panjang dalam dunia aktivisme.

“Sejak masa kuliah di IPB, Atang telah menunjukkan kepemimpinan yang kuat dengan menjabat sebagai Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IPB 2001-2002” kata Deni dalam keteranganya, Senin (7/10/2024)

Dari sana, Atang dikenal kerap memimpin berbagai gerakan mahasiswa yang bertujuan untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat serta terlibat aktif dalam isu-isu sosial.

BACA JUGA :  PNM Bekali 30 Anak Nasabah Mekaar Sertifikasi Keamanan Pangan

Sebagai mantan Presiden BEM KM IPB, Atang memahami dengan baik bagaimana membangun kolaborasi antar elemen masyarakat untuk mencapai tujuan yang lebih besar.

Aktivisme dan kepemimpinan yang ia tunjukkan di masa mahasiswa menjadi cikal bakal perannya saat sebagai Ketua DPRD Kota Bogor 2019-2024, di mana ia terus memperjuangkan kepentingan masyarakat luas,” paparnya.

Kata Deni, sebagai bagian dari forum yang mengedepankan nilai-nilai aktivisme dan kolaborasi lintas generasi, melihat sosok Atang tidak hanya sebagai pemimpin yang berintegritas tetapi juga sebagai representasi dari aspirasi masyarakat, terutama anak muda yang menginginkan perubahan nyata bagi Kota Bogor.

BACA JUGA :  Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkab Bogor Gelar Gebyar Siliwangi

Untuk memperjuangan Atang-Annida untuk menjadi pemimpin Kota Hujan dalam Pilwalkot Bogor, Deni menyebut beberapa alasan.

Diantaranya, pemimpin berbasis aktivisme dan kolaborasi. Kata Deni, pengalaman Atang sebagai seorang aktivis mahasiswa dan mantan Presiden BEM KM IPB menjadi fondasi kuat bagi pendekatannya dalam memimpin.

Atang dinilai memahami pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan dan selalu berupaya menjembatani dialog antara pemerintah dan masyarakat.

“Kepemimpinan berbasis aktivisme yang inklusif ini menjadikan Atang sebagai sosok yang tepat untuk menggerakkan Kota Bogor menuju arah yang lebih maju dan berdaya saing,” paparnya.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================