
BOGORTODAY.COM – Polisi telah menangkap 14 warga Desa Ile Pati yang diduga terlibat dalam bentrokan dan pembakaran 51 rumah warga Desa Bugalima. Peristiwa ini terjadi di Kecamatan Adonara Barat, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat setempat.
Kapolres Flores Timur, AKBP Nyoman Putra Sandita, mengungkapkan bahwa belasan warga yang ditangkap ditemukan membawa sejumlah barang bukti, termasuk bom molotov, anak panah, dan tombak saat bentrokan terjadi.
“Kami segera menetapkan mereka sebagai tersangka,” ujarnya pada Rabu, (23/10/2024).
Bentrokan ini dipicu oleh sengketa lahan adat yang telah lama berlangsung antara kedua desa. Ketegangan yang semakin meningkat menyebabkan kerusuhan yang berujung pada tindakan kekerasan dan pengrusakan.
Setelah insiden tersebut, pihak kepolisian segera bergerak cepat untuk menangani situasi. Pasukan Brimob Kompi (BKO) Polda NTT dikerahkan ke lokasi untuk menjaga keamanan dan mencegah terjadinya bentrokan susulan antara kedua warga desa yang telah lama berselisih.
Para personel keamanan tersebut telah ditempatkan di titik-titik strategis untuk memastikan bahwa situasi kembali kondusif dan mencegah potensi konflik lebih lanjut.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya dialog dan penyelesaian konflik secara damai dalam masyarakat. Diharapkan, dengan adanya tindakan tegas dari pihak kepolisian, situasi di Flores Timur dapat kembali stabil dan tidak terulang di masa mendatang.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memicu kekerasan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















