Dialog Aktif dengan Paslon Cawalkot Bogor, TDA Buka Potensi UMKM

BOGORTODAY.COM – Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) menggelar pemaparan gagasan dan dialog aspirasi kepada lima Pasang Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor di Swiss-Belcourt Bogor, Jalan Sholeh Iskandar, Rabu (6/11/2024).

Ketua TDA Bogor Raya 7.0,
Azfar Reza Muqafa menuturkan, pihaknya ingin mengenalkan TDA ke masyarakat juga Paslon Cawalkot, bahwa ada komunitas pengusaha yang bisa dibilang terbesar di Indonesia.

Dengan adanya acara ini diharapkan para pengusaha UMKM Kota Bogor bisa lebih mengetahui program-program unggulan dari Paslon Cawalkot Bogor.

“Ya, agar dikenal oleh para calon pemimpin, yang nantinya berkolaborasi untuk kebermanfaatan member. Mudah-mudahan ini jadi langkah awal kedepannya siapapun pemimpin yang terpilih, kami bisa berkolaborasi untuk kebaikan UMKM kota Bogor,” ungkap.

Reza melanjutkan, konsep ini seperti dialog dan gagasan yang konsen UMKM terhadap pemerintah seperti apa. Dengan kata lain, apa yang bisa dilakukan antara UMKM, pemangku kepentingan bisnis dan pemerintah untuk bekerjasama.

BACA JUGA :  Konflik Sarwendah dan Ruben Onsu Diupayakan Damai, Pertemuan Dijadwalkan Juli 2026

“Dari TDA harapannya, yang pasti kami berharap setelah ini ada agenda keberlanjutan siapapun yang terpilih ada program-program yang berkesinambungan untuk kami komunitas. Kami sangat puas apa yang disampaikan oleh para Paslon dan Alhamdulillah ini jadi terobosan baru dari TDA sendiri, bahwa kami ini dari pengurus konsen bekerjasama dengan pemerintah untuk menumbuhkan teman-teman member,” terangnya.

Reza menjelaskan bahwa ini adalah kegiatan pertama dalam 12 tahun keberadaannya yang mengundang semua paslon untuk berdialog dengan sesama pengusaha.

“Ya, jadi macam-macam Alhamdulillah. Jadi tadi ada penelis, itu member TDA juga yang profesional dan mereka memang member lama di TDA,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator acara, Sabila Putri Dian memaparkan, jadi inisiasi acara ini karena TDA diminta oleh salah satu Paslon Cawalkot Bogor untuk sharing. “Kemudian ada ide, kenapa harus satu, ya sudah undang semua Paslon Cawalkot Bogor”.

Dalam perjalanan menghubungi Paslon Cawalkot Bogor, memang ada yang tidak bisa datang. Dan sampai hari pelaksanaan hanya ada tiga Paslon Cawalkot Bogor yang hadir.

BACA JUGA :  4 Tanda Bahaya yang Sering Diabaikan Sebelum Serangan Jantung dan Stroke

“Untuk member kami ini sebetulnya TDA Bogor Raya jadi masuk Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Tetapi hari ini anggota yang hadir itu pemilih dari Kota Bogor. Hasil diskusi tadi, UMKM itu pasti konsennya mempertanyakan permodalan, terus program pelatihan apa saja yang ada dan apa yang bisa di sinergikan,” paparnya.

Dian melanjutkan bahwa pekerjaan rumah bagi para pengusaha adalah pengangguran yang banyak dan tersedia, namun kalaupun UMKM tersebut ingin merekrut karyawan, keahlian dan keterampilan yang dimiliki tidak sesuai dengan kebutuhan UMKM yang ada.

“Ya, itu problemnya kami. Diharapkan jadi lebih bersinergi aja, apa yang di butuhkan UMKM disesuaikan sama pendidikan nya, jadi pemerintah bisa ngasih apa, jadi sinergitasnya disitu. Ketersediaan ada sesuai kebutuhannya,” pungkasnya.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================