BOGORTODAY.COM – Bambino, putra dari komedian Babe Cabita dan Fati Indraloka, kini berusia 6 tahun, dikenal sebagai anak dengan IQ superior. Meski masih sangat muda, Bambino sudah menunjukkan kecerdasan luar biasa yang membuat orang tuanya terkadang bingung dalam menghadapi berbagai pertanyaannya.
Setelah kepergian sang ayah, Babe Cabita, Fati Indraloka membesarkan Bambino sendirian dengan penuh perjuangan dan pengorbanan.
Fati, yang berbagi kisah hidupnya dalam program Rumpi: No Secret di channel YouTube TRANS TV Official, mengungkapkan bahwa Bambino bukanlah anak yang mudah dibohongi atau diiming-imingi kata-kata manis yang tidak sesuai dengan logika.
“Nggak bisa dibohong-bohongin. Kalau dia tanya kita jawabnya harus logis. Misalnya, waktu pas awal Papa (Babe Cabita) nggak ada. ‘Papa ke mana?’ Kan dulu kita kalau misalkan nenek kita meninggal, ‘Papa udah nggak ada. Papa udah nggak sakit lagi. Papa udah di surga’. Dia langsung, ‘Kok papa di surga duluan? Ini kan belum hari akhir’,” cerita Fati, mengisahkan reaksi Bambino terhadap penjelasan yang diberikan kepadanya setelah sang ayah meninggal.
Fati dan Babe Cabita sebelumnya sudah mempersiapkan Bambino dengan konsep pemahaman yang lebih rasional mengenai kehidupan dan kematian.
“Konsep itu, dulu kita, aku dan Abang ngenalin kalau nanti kita meninggal kita ke mana dulu. Aku yang, ‘Oh ya sorry’, jadi aku menceritakan benar-benar apa adanya, nggak bisa seperti dongeng-dongeng,” jelas Fati, mengingat bagaimana mereka memberikan pemahaman yang lebih realistis kepada anak mereka.
Sebelum kepergian Babe Cabita, Fati dan sang suami juga sempat membawa Bambino ke sesi tumbuh kembang anak untuk screening, guna mengetahui kecocokan Bambino dengan kurikulum sekolah.
“Waktu itu kami screening ke tumbuh kembang. Supaya saat itu, anak ini kan akan masuk SD cocoknya ke mana karena kan banyak ya kurikulumnya, dia tipikal yang lari-larian, nggak suka duduk diam, sepeda, lari, bola. Dari situlah kita tahu (Bambino punya IQ superior),” kata Fati, mengungkapkan bahwa Bambino memang menunjukkan kecerdasan yang luar biasa.
Namun, meski Bambino memiliki kecerdasan yang tinggi, Fati dan Babe Cabita sempat merasa kesulitan dalam menghadapi anak mereka.
“Kita bingung ini anak kenapa kok sulit dihadapi. Secara lihat biasa ya normal, cuma dari cara berpikir, emotional-nya intens. Ketika dia sedih yang sedihnya berlebihan, ketika senang dia bisa euforia-nya luar biasa, ketika dia marah, pokoknya dia intens,” ungkap Fati.
Babe Cabita sempat memberikan pesan yang menguatkan Fati dalam menghadapi Bambino yang memiliki emosional yang sangat intens.
“Abang suka bilang kalau aku sudah lelah dan sulit hadapi dia dengan pertanyaan-pertanyaannya, tingkahnya, ‘Sayang kita punya anak spesial. Sabarnya juga harus spesial. Jangan dijadiin beban, jadiin ini alat kita beribadah juga. Kalau kita sayang dan membersamai mereka, kita juga disayang Allah’,” kenang Fati, mengingat kata-kata bijak suaminya yang telah meninggal.
Meskipun menghadapi tantangan besar, Fati berkomitmen untuk terus belajar dan berusaha menjadi ibu yang terbaik bagi Bambino. Baginya, setiap hari adalah pelajaran baru dalam mendampingi anak yang cerdas dan emosional ini.
“Saya terus belajar untuk bisa memahami apa yang diinginkan oleh Bambino, dan akan terus membersamai dia dengan penuh kasih sayang,” tutup Fati.
Kisah Fati dan Bambino menjadi inspirasi tentang perjuangan seorang ibu dalam membesarkan anak dengan kecerdasan luar biasa, serta pengorbanan dan cinta yang tak kenal lelah dalam setiap langkah kehidupan mereka.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















