BOGORTODAY.COM – Proses pendistribusian logistik Pilkada 2024 ke sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di desa-desa terpencil di Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, menghadirkan tantangan besar.
Para petugas yang bertugas untuk mengantarkan kotak suara dan perlengkapan pemilu harus menghadapi berbagai rintangan ekstrem, mulai dari jalan berlumpur hingga ancaman bencana alam, seperti tanah longsor.
Namun, meskipun terhadang banyak kesulitan, semangat para petugas tidak surut, dan mereka tetap bertekad untuk memastikan seluruh masyarakat dapat menyalurkan hak pilihnya di setiap TPS.
Setelah meninggalkan ibu kota Kecamatan Seko, para petugas segera dihadapkan dengan kondisi jalan yang sangat sulit, yakni jalur berlumpur.
Sebagian petugas berhasil melewati medan berat ini dengan motor trail dan motor modifikasi, namun tidak sedikit yang terjatuh ke dalam lumpur bersama kendaraan yang mereka gunakan.
Keberhasilan dan kegagalan para petugas dalam menghadapi jalur berlumpur ini menunjukkan tantangan besar yang harus mereka taklukkan demi kelancaran distribusi logistik Pilkada.
Selain jalan yang berlumpur, ancaman lain datang dari bencana tanah longsor yang terjadi di sejumlah titik. Para petugas harus berhati-hati dan siap siaga, karena longsor dapat menutup jalur dan menghalangi perjalanan mereka.
Namun, dengan semangat gotong royong, petugas saling membantu satu sama lain untuk mengatasi kendala tersebut dan terus melanjutkan perjalanan menuju TPS yang berada di desa-desa terpencil.
Perjalanan yang ekstrem tidak hanya mencakup jalan berlumpur dan tanah longsor, tetapi juga harus melintasi sungai dengan arus yang deras. Untuk beberapa TPS yang terletak di area yang sangat terisolasi, petugas harus bertaruh nyawa untuk menyeberangi sungai dengan air yang mengalir deras.
Meskipun penuh risiko, para petugas tetap teguh pada komitmen mereka untuk memastikan logistik Pilkada sampai tepat waktu dan pemilih bisa menggunakan hak suara mereka.
Meski perjalanan menuju TPS-tps yang terjauh memakan waktu yang sangat lama dan menguras tenaga, semangat petugas gabungan dari TNI, Polri, PPK, PPS, dan Panwas tetap tinggi. Mereka sadar akan pentingnya tugas mereka dalam menyukseskan Pilkada 2024, meskipun harus berhadapan dengan berbagai tantangan yang memerlukan ketahanan fisik dan mental yang luar biasa.
Dandim 1403 Sawerigading Palopo, Letkol Armed Kabid Bintoro, menjelaskan bahwa perjalanan menuju TPS terjauh di Kecamatan Seko sudah dimulai sejak Senin, 25 November 2024. Jalur yang ekstrem dan medan berat memaksa para petugas untuk bermalam di tengah hutan dan melanjutkan perjalanan pada hari berikutnya. Letkol Bintoro menyatakan,
“Memang di sana jalurnya cukup ekstrem membutuhkan tenaga yang ekstra dan waktu yang lumayan 1-2 hari.”
Meskipun menghadapi banyak kesulitan, Letkol Bintoro tetap optimis bahwa distribusi logistik akan sampai ke tujuan dengan tepat waktu. Ia berharap proses distribusi yang berjalan lancar ini akan memastikan Pilkada 2024 berlangsung sukses dan damai.
“Kami berharap distribusi logistik ini bisa sampai ke tempat tujuan dan pelaksanaan Pilkada 2024 berjalan lancar,” ujarnya.
Semangat pantang menyerah dari para petugas distribusi logistik Pilkada 2024 di Kecamatan Seko memberikan contoh nyata tentang pentingnya dedikasi dalam menjalankan tugas demi kelancaran proses demokrasi.
Dengan segala rintangan yang ada, mereka tetap berkomitmen untuk memastikan setiap warga di desa-desa terpencil dapat menggunakan hak pilih mereka dan turut berpartisipasi dalam memilih pemimpin daerah yang terbaik.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















