Elon Musk Kembali Gagal Terima Paket Gaji US$ 56 Miliar dari Tesla

Elon Musk Kembali Gagal Terima Paket Gaji US$ 56 Miliar dari Tesla

BOGORTODAY.COMElon Musk kembali mengalami kegagalan dalam menerima paket gaji senilai US$ 56 miliar (sekitar Rp 890 triliun) setelah keputusan hakim Kathaleen McCormick dari Pengadilan Kanselir Delaware yang diumumkan pada Senin (2/12/2024). Keputusan ini serupa dengan putusan hakim yang sebelumnya diambil pada Januari lalu.

Hakim McCormick menilai paket gaji tersebut berlebihan dan mengejutkan investor, serta menimbulkan ketidakpastian mengenai masa depan Elon Musk di Tesla. Tesla pun menyatakan akan mengajukan banding atas putusan ini, dengan alasan keputusan tersebut salah dan tidak tepat.

Dalam pernyataannya di X, Tesla menjelaskan bahwa mereka akan segera mengajukan banding ke Mahkamah Agung Delaware setelah hakim McCormick mengeluarkan perintah terakhir, yang kemungkinan bisa terbit dalam waktu dekat. Proses banding tersebut diperkirakan akan memakan waktu sekitar satu tahun untuk diselesaikan.

BACA JUGA :  Resep Semur Ayam Kentang Manis Gurih, Menu Rumahan Favorit yang Bikin Nambah Nasi

Pada pengajuan pengadilan sebelumnya, Tesla mengklaim bahwa keputusan mengenai paket gaji tersebut sudah mendapat persetujuan dari pemegang saham pada pemungutan suara bulan Juni lalu, yang mendukung imbalan tersebut atas kontribusi Elon Musk terhadap perusahaan.

Namun, McCormick menilai ada cacat prosedural dalam pengambilan keputusan tersebut, serta menyoroti hubungan dekat Musk dengan para pemegang saham, yang diduga dapat mempengaruhi hasil keputusan.

Paket gaji ini diajukan oleh dewan direksi Tesla dan sempat menuai kritik keras karena kedekatan mereka dengan Musk. Paket tersebut tidak mencakup gaji atau bonus tunai, melainkan menawarkan imbalan berdasarkan lonjakan nilai pasar Tesla yang diperkirakan bisa mencapai US$ 650 miliar dalam jangka waktu 10 tahun, yang dimulai sejak 2018.

BACA JUGA :  BI Rate Naik Jadi 5,75 Persen, Kapan Suku Bunga KPR Ikut Menyesuaikan?

Keberhasilan Musk membawa perusahaan mencapai target kinerja, serta lonjakan harga saham Tesla yang naik 42% setelah kemenangan Donald Trump, diyakini sebagai alasan utama di balik pemberian paket gaji yang sangat besar tersebut.

Namun, meskipun mendapat dukungan dari pemegang saham, keputusan mengenai gaji Elon Musk ini masih dipandang kontroversial, dan masih akan ada perjalanan panjang melalui proses hukum untuk menentukan apakah paket tersebut akan disetujui atau tidak.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================