Gunung Semeru Kembali Erupsi, Status Waspada Ditingkatkan

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Status Waspada Ditingkatkan. (PVMBG)

BOGORTODAY.COM Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Provinsi Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Sabtu (28/12/2024) pukul 05:21 WIB.

Menurut laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), gunung api yang masih aktif ini menyemburkan kolom abu vulkanis hingga 700 meter di atas puncak, atau sekitar 4.376 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang, dan bergerak ke arah utara. Erupsi tersebut masih berlangsung saat laporan ini diterbitkan.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api, Liswanto, mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi bahaya yang timbul akibat aktivitas vulkanik tersebut.

BACA JUGA :  Sensus Ekonomi 2026 di Kota Bogor Dimulai

Liswanto menyampaikan bahwa masyarakat di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, yang berjarak 13 km dari puncak Gunung Semeru, diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun.

Selain itu, masyarakat di sepanjang tepi sungai Besuk Kobokan juga diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari sungai, karena potensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat mencapai jarak hingga 17 km dari puncak.

Demi keselamatan, PVMBG juga mengingatkan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 km dari kawah atau puncak Gunung Semeru, mengingat bahaya lontaran batu pijar yang dapat terjadi.

BACA JUGA :  Kenali Tanda Bayi Tidak Cocok Susu Formula, Orang Tua Perlu Waspada

Masyarakat juga diminta untuk mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru, terutama di daerah-daerah seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Gunung Semeru saat ini berada dalam status Level II Waspada, dan pihak berwenang terus melakukan pemantauan secara intensif untuk mengantisipasi perkembangan lebih lanjut dari aktivitas vulkanik tersebut.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================