Fenomena Tanah Bergerak Terjadi Lagi di Kabupaten Lebak, Jalan Utama dan Rumah Warga Rusak

Fenomena Tanah Bergerak Terjadi Lagi di Kabupaten Lebak, Jalan Utama dan Rumah Warga Rusak

BOGORTODAY.COM – Fenomena tanah bergerak kembali terjadi di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada Rabu (1/1/2025). Kali ini, pergerakan tanah menyebabkan jalan utama di Kampung Kebon Kelapa, Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar, ambles.

Peristiwa ini merupakan kejadian kedua kalinya dalam beberapa tahun terakhir. Selain merusak jalan, pergerakan tanah ini juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga.

Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama, mengonfirmasi bahwa fenomena pergerakan tanah di Desa Cilangkap telah terjadi dua kali.

“Betul itu, seperti yang terjadi dulu. Ada tujuh rumah yang mengalami keretakan pada bagian dinding dan jalan utama desa ambles,” ujar Febby saat dihubungi pada Rabu (1/1/2025).

Fenomena serupa juga pernah terjadi pada tahun 2022, dengan korban yang sama yakni jalan utama dan beberapa rumah warga yang mengalami kerusakan.

“Waktu itu sudah ditangani, dan sekarang kejadian serupa terulang lagi,” kata Febby.

BACA JUGA :  Perdana, Peringatan HJB ke-544 Digelar di Citalahab Malasari

Menurut Febby, beberapa tahun lalu pihaknya telah mengusulkan kepada Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSC3) untuk melakukan penanganan di bantaran sungai yang diduga menjadi penyebab pergerakan tanah tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut terkait usulan tersebut.

“Itu kan pinggiran sungai, sudah kita usulkan untuk dilakukan Bronjong ke BBWSC, tapi sampai sekarang belum ada kabar beritanya,” tambahnya.

Meski demikian, pemerintah daerah berencana untuk segera melakukan penanganan pada jalan yang rusak pada tahun 2025.

“Tahun ini, pemerintah melalui dinas terkait akan melakukan perbaikan jalan, karena jalan ini sangat penting sebagai akses utama lalu lintas masyarakat. Relokasi memang terbatas, jadi fokus kita adalah memperbaiki jalan yang rusak,” jelas Febby.

Sementara itu, seorang warga, Eti, menjelaskan bahwa jalan ambles tersebut terjadi akibat intensitas hujan yang sangat tinggi pada malam hari.

BACA JUGA :  Waspadai Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Memicu Anemia

“Akibat hujan dengan intensitas tinggi sepanjang malam, jalan di kampung kami ambles,” ujar Eti. Ia memperkirakan jalan yang ambles sepanjang 45 meter dengan kedalaman 1,2 meter.

Jalan tersebut merupakan akses utama bagi warga Desa Cilangkap untuk menuju Kota Rangkasbitung. Akibat kejadian ini, tiga rumah warga, termasuk rumah Eti, mengalami kerusakan pada bagian tembok.

“Iya, rumah saya dan beberapa rumah warga lainnya mengalami keretakan pada tembok, termasuk tembok depan rumah saya akibat jalan ambles ini,” katanya.

Peristiwa ini semakin mempertegas pentingnya perhatian terhadap perbaikan infrastruktur di daerah rawan pergerakan tanah. Pemerintah daerah diharapkan segera merespons situasi ini untuk mencegah kerusakan yang lebih parah dan melindungi keselamatan warga.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================