
BOGORTODAY.COM – Produsen mobil listrik asal China, BYD, mulai memperkenalkan dirinya di pasar Korea Selatan, meskipun di tengah lesunya penjualan mobil listrik di negara tersebut.
Langkah ini dilakukan dengan menghadirkan SUV kecil Atto 3, yang akan mulai didistribusikan pada Februari mendatang. Atto 3 ini akan menjadi model mobil penumpang pertama yang dijual oleh BYD di Korea Selatan.
Awal Masuk BYD ke Korea Selatan
Sebelumnya, BYD telah mendirikan anak perusahaan di Korea Selatan pada 2026, namun fokus bisnis mereka lebih pada penjualan dan layanan kendaraan komersial, seperti bus listrik dan forklift.
Dengan kehadiran Atto 3, BYD memperluas jangkauan pasarnya ke kendaraan penumpang listrik.
Setelah Atto 3, BYD berencana untuk merilis dua model mobil listrik lainnya pada tahun ini, yakni sedan Seal dan SUV Sealion 7. Tak hanya itu, perusahaan juga mempertimbangkan untuk meluncurkan model hibrida di pasar Korea Selatan.
Harga yang Bersaing
Salah satu daya tarik utama Atto 3 adalah harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan mobil listrik sejenis dari produsen Korea Selatan, Hyundai dan Kia.
Atto 3 dijual dengan harga 31,5 juta won atau sekitar Rp353,8 juta. Angka ini lebih murah sekitar 20 persen dibandingkan dengan model setara dari merek lokal.
BYD menjelaskan bahwa harga tersebut dirasa wajar jika dilihat dari desain dan aspek keseluruhan kendaraan.
Dengan harga yang kompetitif, BYD berharap dapat menarik perhatian konsumen Korea Selatan yang sedang mencari alternatif mobil listrik dengan harga lebih terjangkau.
Ekspansi Infrastruktur dan Pelayanan
Untuk mendukung penjualan, BYD telah membuka enam dealer di Korea Selatan dan merencanakan pembangunan 11 pusat servis serta 15 outlet di berbagai lokasi.
Hal ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi konsumen dalam melakukan pembelian serta perawatan kendaraan.
Lesunya Penjualan Mobil Listrik di Korea Selatan
Penjualan mobil listrik di Korea Selatan mengalami penurunan yang signifikan. Pada tahun lalu, penjualan mobil listrik turun 10 persen dibandingkan dengan 2023, dengan total penjualan mencapai 141.782 unit, menurut laporan Asosiasi Mobilitas & Otomotif Korea.
Penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti inflasi yang menghambat daya beli konsumen dan kekhawatiran atas keselamatan setelah serangkaian kebakaran kendaraan listrik terjadi pada musim panas lalu.
Strategi BYD: Fokus pada Keamanan dan Edukasi Konsumen
Meskipun menghadapi tantangan besar, seorang pejabat eksekutif BYD mengatakan bahwa perusahaan tidak memiliki target penjualan khusus untuk pasar Korea Selatan.
Prioritas utama mereka adalah meyakinkan konsumen bahwa mobil listrik adalah pilihan yang tepat dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
BYD juga menekankan keunggulannya dalam keamanan baterai, karena mereka memproduksi baterai sendiri, yang memungkinkan perusahaan untuk memverifikasi dan memastikan kualitas serta keamanannya pada tingkat tertinggi.
Dengan harga yang lebih murah dan dukungan infrastruktur yang kuat, BYD siap menghadirkan pilihan baru bagi konsumen Korea Selatan yang tertarik untuk beralih ke mobil listrik.
Meskipun pasar mobil listrik sedang lesu, kehadiran BYD dengan berbagai strategi tersebut memberikan harapan baru untuk meramaikan pasar kendaraan ramah lingkungan di Korea Selatan.***
Bagi Halaman
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















