BYD Mulai Menarik Perhatian di Indonesia, Sudah Kirim 15 Ribu Unit Mobil Listrik

BOGORTODAY.COM BYD, merek otomotif asal Tiongkok, perlahan mulai mencuri perhatian masyarakat Indonesia. Meski baru kurang dari setahun beroperasi di Indonesia, perusahaan ini sudah mengklaim telah mengirimkan belasan ribu unit kendaraan listrik kepada konsumen Tanah Air.

Keberhasilan Peluncuran Produk BYD di Indonesia

BYD mulai merambah pasar Indonesia pada awal 2024, langsung menghadirkan tiga model sekaligus: Dolphin, Seal, dan Atto 3. Enam bulan kemudian, perusahaan ini semakin mengejutkan pasar dengan meluncurkan MPV listrik, M6, yang mendapatkan sambutan hangat dari konsumen.

General Manager BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, BYD sudah mengirimkan 15 ribu unit mobil ke Indonesia.

Data distribusi yang dirilis oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada tahun 2024 mencatatkan bahwa BYD M6 menjadi salah satu model terlaris di Indonesia, dengan distribusi sebanyak 6.124 unit.

BYD M6 Terjual Lebih Banyak dari Mobil Listrik Lainnya

Distribusi BYD M6 bahkan berhasil melampaui penjualan mobil listrik merek lain yang telah lebih dulu hadir di Indonesia, seperti Wuling Binggo EV, Wuling Air EV, Hyundai Ioniq 5, dan Chery Omoda E5.

BACA JUGA :  China Perketat Standar Keamanan Mobil Listrik, Regulasi Baru Berlaku Mulai Juli 2026

Dengan angka penjualan yang mencengangkan, M6 berhasil menjadi mobil listrik terlaris di Indonesia.

Liu Xueliang mengungkapkan bahwa peluncuran M6 menjadi momen penting dalam perjalanan BYD di Indonesia, karena memberikan kesempatan bagi konsumen Indonesia untuk merasakan langsung bagaimana kendaraan listrik dapat mengubah gaya hidup mereka.

Kompetisi dengan Merek China dan Jepang

Dengan kehadirannya di pasar Indonesia, BYD tak hanya harus bersaing dengan merek otomotif asal China lainnya seperti Wuling, Chery, DFSK, dan Seres, tetapi juga dengan merek-merek Jepang yang telah lama menguasai pasar Indonesia.

Meskipun demikian, BYD berhasil membuktikan dirinya sebagai pemain yang kompetitif dengan mendistribusikan 15.429 unit mobil secara wholesales dan 13.946 unit untuk penjualan retail ke konsumen.

Liu Xueliang menilai angka penjualan 15 ribu unit ini sebagai pencapaian bersejarah bagi BYD. Menurutnya, angka ini lebih dari sekadar jumlah unit mobil yang terjual, melainkan sebagai pengakuan dari 15.000 rumah tangga di Indonesia yang memilih BYD dan mobil listrik sebagai pilihan mereka.

Rencana Pabrik BYD di Indonesia

Untuk mendukung ekspansi bisnisnya di Indonesia, BYD juga sudah menandatangani kesepakatan kerja sama dengan PT Suryacipta Swadaya, pengembang Kawasan Industri Subang Smartpolitan.

BACA JUGA :  Penjualan Mobil Listrik di Indonesia Melonjak 80 Persen, Jaecoo J5 Pimpin Pasar

Dalam kerja sama tersebut, BYD merencanakan untuk membangun pabrik yang diharapkan mulai beroperasi pada Januari 2026. Kehadiran pabrik ini diharapkan dapat memperkuat keberadaan BYD di pasar Indonesia dan mendukung produksi mobil listrik lokal.

Pengembangan dan Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi

Pada tahun 2025, BYD berencana melanjutkan tren positif ini dengan meluncurkan produk baru, memperluas jaringan dealer, dan menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia.

Salah satu langkah konkrit yang dilakukan perusahaan adalah membuka pusat pelatihan (training center) untuk meningkatkan kualitas teknis di Indonesia. Menurut Liu, BYD berharap dapat berbagi teknologi dan peluang pelatihan yang dapat membantu mengembangkan kemampuan teknis tenaga kerja Indonesia.

Dengan semakin banyaknya konsumen yang memilih mobil listrik, BYD menunjukkan komitmennya untuk mendukung transisi energi dan memperkenalkan solusi mobilitas ramah lingkungan di Indonesia.

Ke depan, perusahaan ini berharap dapat terus tumbuh dan berkembang, memperkenalkan lebih banyak produk inovatif, serta memberikan kontribusi positif terhadap industri otomotif Indonesia.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================