
BOGORTODAY.COM – Kehebohan terjadi di lereng Gunung Bromo, Kabupaten Pasuruan, setelah seorang petani menemukan ribuan keping uang kuno dan guci yang diyakini merupakan peninggalan dari Dinasti Qing China. Penemuan ini langsung viral setelah diketahui oleh warga sekitar.
Kariyono, seorang petani asal Dusun Slorok, Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, membuat penemuan tak terduga pada Sabtu siang, 25 Januari 2025.
Ketika sedang bertani di lahan kosong yang disewanya dari Perhutani, Kariyono berhenti sejenak dan menemukan benda-benda kuno tersebut sekitar 100 meter dari rumahnya.
“Ada sekitar satu kuintal uang kuno, lonceng, cermin kaca, dan guci yang saya temukan,” kata Kariyono, yang tampak terkejut dengan temuan tersebut.
Setelah menemukan artefak bersejarah itu, Kariyono membawa pulang hasil temuannya dan disambut oleh tetangga yang ikut membantu membersihkan benda-benda tersebut. Meski kondisi uang kuno dan cermin kaca yang ditemukan sudah tidak utuh akibat dimakan usia, lonceng dan guci ditemukan dalam keadaan baik.
Uang kuno yang ditemukan memiliki ciri khas dengan lubang segi empat di tengah, sementara guci yang ada di antara temuan tersebut dilengkapi dengan aksara China yang sudah mulai luntur.
Berdasarkan ciri-ciri itu, warga sekitar meyakini bahwa benda-benda tersebut merupakan peninggalan dari Dinasti Qing, salah satu dinasti besar dalam sejarah Tiongkok yang berkuasa pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20.
Kariyono sendiri mengaku berniat untuk mengoleksi benda-benda bersejarah tersebut sebagai kenang-kenangan, namun ia juga terbuka jika ada kolektor yang tertarik untuk membelinya. “Rencana saya mau koleksi buat kenang-kenangan, tapi kalau laku ya saya jual,” ungkapnya.
Temuan ini tentu berpotensi menarik perhatian para ahli sejarah dan arkeologi, yang mungkin dapat membantu mengungkap asal-usul dan nilai sejarah dari benda-benda tersebut.
Belum ada konfirmasi resmi mengenai apakah temuan ini benar-benar berasal dari Dinasti Qing atau apakah ada kaitannya dengan perdagangan atau interaksi antara Indonesia dan China pada masa lalu.
Penyelidikan Belum Dimulai
Sejauh ini, pihak berwenang setempat belum melakukan konfirmasi resmi atau investigasi mendalam mengenai penemuan ini.
Namun, potensi penemuan benda bersejarah seperti ini tentu sangat berharga bagi dunia arkeologi dan sejarah. Peneliti dan kolektor benda antik mungkin sudah mulai tertarik untuk melihat lebih jauh tentang asal-usul benda-benda tersebut.
Sementara itu, para warga sekitar mengharapkan bahwa penemuan ini akan memberi manfaat lebih besar, baik dari segi sejarah maupun ekonomi, khususnya bagi Kariyono dan masyarakat sekitar yang bisa mendapatkan manfaat dari benda-benda bersejarah tersebut.
Apakah penemuan ini benar-benar berasal dari Dinasti Qing, ataukah ada penjelasan lain yang lebih dalam mengenai sejarahnya? Waktu yang akan menjawab, namun yang jelas, temuan ini telah menghebohkan warga sekitar dan menarik perhatian banyak pihak.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














