BOGORTODAY.COM – Arsenal didakwa oleh FA (Asosiasi Sepak Bola Inggris) atas perilaku para pemainnya saat menghadapi Wolverhampton Wanderers, pada Sabtu (25/1) di Molineux. Pertandingan tersebut diwarnai dengan keputusan kontroversial wasit Michael Oliver yang memberikan kartu merah kepada pemain muda Myles Lewis-Skelly diakhir babak pertama.
Keputusan wasit Michael Oliver ditegakkan oleh VAR, memicu protes keras dari para pemain Arsenal, pendukung dan banyak anggota media. Tayangan ulang menunjukkan bahwa Myles Lewis-Skelly melakukan tekel sembrono terhadap pergelangan kaki Matt Doherty, namun keputusan tersebut dianggap berlebihan karena terjadi di dekat kotak penalti Wolves.
Oliver menerima ancaman setelah pertandingan dan membutuhkan perlindungan polisi.
Meski FA akhirnya mencabut kartu merah tersebut dan membatalkan hukuman larangan bermain tiga pertandingan setelah banding Arsenal, reaksi pemain The Gunners yang mengerumuni wasit dianggap melanggar aturan FA tentang perilaku di lapangan.
Arsenal kini menghadapi tuduhan karena pemain mereka bersikap “tidak pantas” dengan mengepung wasit. Klub asal London Utara itu memiliki waktu hingga Senin, 3 Februari, untuk menanggapi tuduhan tersebut.
Sejak 2023, FA telah berupaya keras untuk menindak tegas perilaku buruk dari pemain dan pelatih. Sebelum musim lalu, FA meluncurkan kampanye ‘Love Football. Protect the Game’ dan memperkenalkan piagam peserta baru yang berisi aturan lebih ketat untuk pemain dan staf klub, bahkan hingga level non-liga.
Wasit diberi kewenangan lebih besar untuk mengambil tindakan tegas di lapangan, didukung oleh sanksi disipliner yang lebih kuat dari FA setelah pertandingan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















