BOGORTODAY.COM – Puluhan rumah warga di Dusun Meraan, Desa Sumber Pinang, Kecamatan Mlandingan, Situbondo, terendam air akibat luapan Sungai Meraan, Senin (3/2/2025).
Ketinggian air mencapai sekitar 1,5 meter atau setinggi dada orang dewasa di beberapa lokasi, menggenangi rumah warga dan area sekitar.
Luapan air ini terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan lebat selama beberapa jam. Curah hujan yang tinggi menyebabkan Sungai Meraan meluap dan merendam desa yang terletak di dekat sungai.
“Lumayan. Luapan air sungai mencapai ketinggian sekitar 1,5 meteran. Tapi Alhamdulillah, saat ini sudah mulai menurun,” ujar Rohman, seorang warga setempat, saat dihubungi detikJatim.
Menurut Rohman, genangan air bervariasi tergantung lokasi. Di sekitar jalan, ketinggian air mencapai sekitar setengah meter, sedangkan di halaman rumah, terutama yang terletak dekat dengan sungai, ketinggiannya bisa mencapai setinggi dada orang dewasa.
“Kalau yang sekitar jalan ketinggiannya sekitar setengah meter. Tapi kalau halaman rumah, terutama yang dekat sungai memang ada yang setinggi dada orang dewasa,” imbuhnya.
Meski kondisi saat ini masih tergenang, Rohman menyebutkan bahwa banjir di wilayah tersebut biasanya tidak berlangsung lama. Begitu hujan berhenti, air perlahan akan surut.
“Air mulai datang dan menggenangi rumah warga tadi sekitar maghrib. Sekarang memang masih menggenang. Semoga hujan segera berhenti. Kalau tidak, air pasti tinggi lagi,” ujarnya.
Dugaan sementara, penyebab luapan Sungai Meraan kali ini adalah hujan lebat yang turun di wilayah hulu sungai.
Dengan intensitas hujan yang tinggi, aliran sungai tidak mampu menampung debit air, sehingga menyebabkan luapan. Meskipun kondisi saat ini mulai membaik, warga tetap berharap agar hujan segera berhenti untuk menghindari genangan yang lebih parah.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga sekitar, yang khawatir jika hujan kembali turun deras, genangan air bisa meningkat dan mengganggu aktivitas sehari-hari mereka.
Warga pun berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk menangani potensi banjir serupa di masa depan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















