
BOGORTODAY.COM – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Ibn Khaldun (BEM FH UIKA) Bogor dengan tegas mengecam dugaan tindakan intimidasi yang dilakukan oleh Puskesmas Sempur terhadap salah satu tokoh agama di Kota Bogor, Sabtu (08/02/2025).
Selain itu, BEM FH UIKA mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk segera mengambil langkah tegas guna mengusut dugaan pelanggaran tersebut serta memastikan pelayanan kesehatan diberikan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Kami sangat mengecam dugaan tindakan intimidasi yang dilakukan oleh pihak Puskesmas Sempur terhadap salah satu tokoh agama di Kota Bogor.
Hal ini merupakan bentuk penyalahgunaan wewenang yang mencoreng prinsip pelayanan publik yang profesional dan berkeadilan,” tegas Ketua BEM FH UIKA, Fahritza Abdillah.
Menurutnya, pelayanan kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara yang harus dijamin tanpa diskriminasi.
Oleh karena itu, setiap bentuk perlakuan yang tidak sesuai dengan SOP, apalagi mengarah pada intimidasi, tidak dapat ditoleransi.
“Kami mendesak Pemkot Bogor, khususnya Dinas Kesehatan, untuk segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan ini dan mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
Jangan sampai kasus ini mencederai kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Kota Bogor,” tambahnya.
Ketua BEM FH UIKA, Fahritza Abdillah juga menegaskan pentingnya transparansi dalam menangani kasus ini serta mendorong pemerintah untuk memperbaiki sistem pelayanan kesehatan agar lebih berintegritas.
“Kami tidak ingin ada lagi masyarakat yang mendapatkan perlakuan tidak adil saat mengakses layanan kesehatan. Ke depan, kami akan terus mengawal kasus ini dan memastikan hak-hak masyarakat tetap terlindungi,” tutupnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














