Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus 6 Kali, Radius Bahaya Diperluas di Flores Timur, NTT

Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus 6 Kali, Radius Bahaya Diperluas di Flores Timur, NTT

BOGORTODAY.COM Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup tinggi pada Rabu (12/2/2024) pagi.

Sejak pukul 00.00 hingga 06.00 Wita, gunung berstatus level III siaga ini mengalami enam kali letusan dengan amplitudo 10,5-22,2 milimeter (mm) serta durasi 52 hingga 167 detik. Selain itu, tremor dan aktivitas vulkanik lainnya juga tercatat.

Emanuel Rofinus Bere, petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki, menyampaikan bahwa selain enam kali letusan, terjadi pula lima kali tremor harmonik dengan amplitudo 7,4-14,8 milimeter dan durasi 14-22 detik.

BACA JUGA :  Suka Mengkritik Orang Lain? Kenali Karakter dan Penyebab di Baliknya

Gunung ini juga mengalami tremor dengan frekuensi rendah sebanyak tujuh kali, dengan amplitudo 10,5-44,4 milimeter dan durasi 17-32 detik.

Lebih lanjut, gunung tersebut juga mencatatkan aktivitas vulkanik dangkal sebanyak tujuh kali, vulkanik dalam sebanyak 52 kali, dan tektonik lokal sebanyak tiga kali. Semua aktivitas ini menunjukkan bahwa potensi erupsi semakin meningkat.

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan pada pukul 03.00 Wita, pihak pengamat gunung api memutuskan untuk memperluas jarak radius bahaya dari pusat erupsi.

Jarak bahaya yang semula berkisar antara 4-5 km kini diperluas menjadi 5 km dari pusat erupsi, dan 6 km untuk sektor barat daya hingga timur laut. Perluasan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya yang lebih besar.

BACA JUGA :  Jaro Ade Tegaskan Komitmen Pemkab Bogor Perluas Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Rentan

Emanuel Bere mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki, serta para wisatawan, untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 km dari pusat erupsi dan sektor barat daya hingga timur laut sejauh 6 km.

Hal ini untuk menjaga keselamatan dan mengurangi risiko yang dapat timbul akibat letusan atau potensi bencana lainnya.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================