Edi Santoso Hilang Terseret Ombak di Pantai Kondang Merak, Malang

Edi Santoso Hilang Terseret Ombak di Pantai Kondang Merak, Malang

BOGORTODAY.COM – Seorang pria bernama Edi Santoso (31) dilaporkan hilang terseret ombak saat sedang berenang di area palung laut objek wisata Pantai Kondang Merak, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Korban yang merupakan warga Dusun Sumberwates, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, bersama dengan empat rekannya, awalnya berangkat dari rumah mereka di Dusun Banjarejo untuk mencari ikan dengan cara menyelam menggunakan alat snorkeling.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan Kasi Humas Polres Malang, AKP Ponsen Dadang Martianto, kelompok tersebut memanfaatkan kondisi air laut yang sedang surut untuk turun ke laut di Pantai Kondang Merak.

Namun, saat sedang berada di sekitar palung laut, Edi Santoso tiba-tiba terseret ombak. Rekannya, Anton, yang melihat kejadian tersebut langsung berteriak meminta pertolongan.

Warga sekitar yang mendengar teriakan segera meluncur dengan perahu nelayan lokal untuk memberikan bantuan.

Namun, setelah 30 menit pencarian, warga hanya menemukan senter milik korban yang mengapung di permukaan air, sementara Edi Santoso tidak ditemukan.

BACA JUGA :  Waspadai! Ini 7 Tanda Diabetes pada Pria yang Kerap Dianggap Sepele

Dugaan Penyebab Kecelakaan

Berdasarkan keterangan dari saksi dan rekan-rekan korban, diduga Edi tidak menyadari adanya palung laut atau arus rip current yang cukup kuat dan mengarah ke tengah laut.

Arus rip current atau arus balik ini sangat berbahaya bagi para perenang karena dapat menarik seseorang ke tengah laut dengan cepat. Hal ini bisa jadi penyebab mengapa Edi terseret ombak dan hilang.

Upaya Pencarian

Pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Polsek Bantur, Satpolairud Polres Malang, Koramil Bantur, LMDH Wonoraharjo, dan tim Pantai Selatan Rescue (PSR).

Fokus pencarian dilakukan di area palung laut yang diduga menjadi lokasi Edi Santoso terseret arus. Tim gabungan juga melakukan penyisiran perairan menggunakan perahu nelayan lokal dan memantau sepanjang pesisir pantai.

BACA JUGA :  Raba Pengemudi Ojol di Taman Lansia, Pria Paruh Baya Diamankan Polsek Bogor Tengah

Kejadian Serupa Sebelumnya

Kejadian serupa juga sempat mengejutkan pada 28 Januari 2025, ketika 13 siswa dari SMPN 7 Kota Mojokerto tenggelam di Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta, akibat arus rip current.

Dari 13 siswa tersebut, empat orang dinyatakan meninggal dunia, sementara sembilan lainnya berhasil diselamatkan.

Kejadian ini menunjukkan bahwa arus rip current yang kuat bisa sangat berbahaya bagi siapa saja yang berenang di pantai, terutama jika tidak menyadari bahaya yang ada di sekitarnya.

Hingga kini, upaya pencarian Edi Santoso masih terus dilakukan dengan harapan korban dapat segera ditemukan. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berada di area pantai, terutama yang memiliki kondisi arus yang tidak terduga seperti rip current.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================