Hukuman Dinilai Terlalu Ringan, Orang Tua Korban Pemukulan di Laga Basket Kecewa

Orang Tua Korban Pemukulan Kecewa
Orang Tua Korban Pemukulan Saat Pertandingan Basket, Alfath Tauhid. Foto. istmw (Tangkapan Layar)

BOGORTODAY.COM – Kasus pemukulan dalam pertandingan basket di Kota Bogor menuai sorotan tajam dari orang tua korban, Alfath Tauhid. Ia menilai sanksi berupa larangan bermain basket selama satu tahun di Kota Bogor serta skorsing dari pihak sekolah selama tujuh hari terlalu ringan.

Alfath menyoroti bahwa larangan bermain hanya di Kota Bogor masih membuka peluang bagi pelaku untuk tetap berpartisipasi di wilayah lain. Oleh karenanya, ia mengusulkan agar hukuman diperluas hingga mencakup wilayah Jawa Barat atau bahkan Pulau Jawa.

BACA JUGA :  Arab Saudi Buka Musim Umrah 1448 H, Visa Mulai Diterbitkan Sejak 31 Mei 2026

Tujuannya, kata Alftah untuk memberikan efek jera yang lebih kuat serta menjadi pelajaran bagi para atlet muda agar lebih menjunjung tinggi sportivitas.

Menurut Alfath, skorsing dengan durasi singkat seperti itu tidak sebanding dengan dampak psikologis yang dialami putranya. Ia menegaskan bahwa hukuman yang lebih berat harus diterapkan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Meski permintaan maafnya kami terima dengan sangat lapang dada, tapi kami memohon ada peninjauan ulang terhadap aturan ini karena berkaitan dengan efek jera,” ungkap Alftah, Sabtu (22/2/2025).

BACA JUGA :  Timnas Indonesia U-19 Hadapi Timor Leste Malam Ini, Garuda Muda Incar Tiket Semifinal AFF U-19 2026

Sejauh ini, Perbasi Kota Bogor dan pihak sekolah masih mempertahankan keputusan sanksi yang telah ditetapkan. Namun, desakan dari keluarga korban serta masyarakat luas membuka ruang diskusi lebih lanjut mengenai perlunya revisi regulasi terkait tindakan kekerasan dalam dunia olahraga.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================