
BOGORTODAY.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor mendadak kebakaran jenggot setelah aksi ‘saweran’ sopir angkot di jalur Puncak jadi viral. Pasalnya, dana kompensasi yang seharusnya meringankan beban sopir justru ‘mampir’ dulu ke kantong Kelompok Kerja Sub Unit (KKSU).
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih, buru-buru klarifikasi. Menurutnya, duit yang diterima KKSU bukan hasil pungli, tapi ‘pemberian ikhlas’ dari para sopir.
“Gak ada tuh yang dipatok Rp 200 ribu. Itu mah sukarela. Mereka kasih seikhlasnya,” ujarnya, Sabtu (5/4/2025).
Dadang menjelaskan, para sopir ternyata ‘ikhlas banget’, sampai-sampai ada yang nyumbang Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, bahkan tembus Rp 200 ribu. Total jenderal: Rp 11,2 juta. Tapi tenang, katanya duitnya udah dikembalikan kok. Katanya sih…
“Sudah diklarifikasi, dan uangnya sudah dikembalikan,” ucap Dadang.
Padahal, sebelumnya Dadang membenarkan bahwa ada pemotongan uang kompensasi sopir angkot sebesar Rp200 ribu.
Sementara itu, pengurus KKSU Cisarua, Nandar Tayana, juga tampil bak juru damai. Katanya, kompensasi sudah dibagikan ke sopir sesuai data. Mana datanya? Yah, percaya aja dulu.
Meski demikian, melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tetap ngotot untuk menyelidiki kasus tersebut.
“Logika sederhana, Kalau ada pengembalian, itu artinya didahului oleh pengambilan. Satu kata dari saya, SELIDIKI !!!,” tegasnya. ***
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















