Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)
PEMBACA Bogor Today yang budiman, kali ini penulis menulis opini dengan judul ”Tetap Gas Pol Meski Mengajar Seharian” dengan tujuan agar guru dan peserta didik tetap gas pol saat Proses Belajar Mengajar (PBM) dari jam pertama sampai jam terakhir.
Berdasarkan pengalaman penulis sebagai guru selama 31 tahun, kemampuan peserta didik untuk bisa berkonsentrasi penuh saat belajar itu hanya sekitar 30 menit, lebih dari itu adalah sulit untuk bisa berkonsentrasi dengan baik.
Padahal PBM itu berdurasi sekitar 45 menit untuk 1 jam mata pelajaran. Dan peserta didik di sekolah harus mengikuti PBM ini dari jam 07.00-15.00 dengan istirahat sekitar 1 jam.
Maka tidak mengherankan saat PBM banyak peserta didik yang bete, ngantuk bahkan tertidur, karena cara mengajar guru yang membosankan, berpusat kepada guru, tidak menarik, tidak kreatif dan materi tersebut tidak bermanfaat bagi kehidupan peserta didik.
Maka penulis membuat metode pembelajaran sebagai berikut:
- Penulis berusaha untuk mandi sebelum subuh. Dari hasil penelitian di Inggris, salah satu manfaat mandi sebelum subuh dapat melancarkan peredaran darah dan tubuh akan terasa lebih bugar.
- Penulis berusaha untuk selalu jaga wudu, saat mengajar. Manfaat jaga wudu itu membersihkan tubuh dari kuman, melindungi kulit dari kerutan, membuat perasaan tenang dan nyaman, wajah berseri-seri, menjaga daya tahan tubuh, dan sebagai rem kita untuk tidak berbuat maksiat.
- Penulis mengkondisikan agar suasana kelas kondusif, serta menanyakan peserta didik yang tidak hadir. Jika peserta didik hadir semua, maka kebiasaan penulis adalah mengatakan “Kita rayakan” sambil melempar buku ke atas, sehingga suasana jadi semangat, dan peserta didik senang, tapi masih dalam batas-batas kesopanan. Hal ini sudah penulis konsultasikan dengan kepala sekolah, dan alhamdulillah diijinkan.
- Saat penulis mengajukan pertanyaan kepada peserta didik, jika peserta didik berhasil menjawab pertanyaan, maka penulis mengatakan,”Beri tepuk tangan,” sambil penulis mendekati murid untuk tos kepada murid tersebut.
Tos adalah gerakan tangan antara 2 orang yang secara bersamaan mengangkat tangan dan menepuk telapak tangan satu sama lain. Arti dari gerakan ini bisa beragam, seperti salam, ucapan selamat, atau perayaan.
- Ditengah-tengah PBM biasanya penulis isi dengan pantun yang lucu atau kata-kata nasihat yang inspiratif, agar suasana semangat gas pol tetap terjaga.
- Jika cuaca hujan atau saat jam terakhir, penulis akan berkata kepada peserta didik,”Enaknya kita tidur saja ya, tapi itu untuk peserta didik yang malas, kita adalah pejuang pendidikan dan akan tetap gas pol, meski cuaca hujan dan di jam terakhir,” dan biasanya peserta didik spontan akan menjawab,”Siap Pahe,”.
Silahkan bapak/ibu guru untuk mencobanya, agar kita tetap gas pol meski mengajar seharian. Jayalah Indonesiaku.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















