Ricky Siahaan, Gitaris Seringai dan Manajer Iko Uwais, Meninggal Dunia Usai Konser di Tokyo

Ricky Siahaan, Gitaris Seringai dan Manajer Iko Uwais, Meninggal Dunia Usai Konser di Tokyo

BOGORTODAY.COM – Kabar duka datang dari dunia musik dan perfilman Indonesia. Ricky Siahaan, gitaris band Seringai sekaligus manajer aktor Iko Uwais, meninggal dunia.

Kabar ini pertama kali disampaikan oleh komika dan sahabat dekatnya, Soleh Solihun, melalui akun X (Twitter) pada Sabtu (19/4/2025).

“Selamat jalan @RickySiahaan semoga kamu diterima di sisi Tuhan,” tulis Soleh dalam unggahannya yang langsung dibanjiri ucapan duka dari para musisi, rekan, dan penggemar.

Ricky disebut meninggal dunia usai tampil bersama Seringai dalam rangkaian tur mereka di Tokyo, Jepang, yang merupakan bagian dari tur lima titik ke Taiwan dan Jepang.

Duka Mendalam dari Rekan Musisi

Kabar kepergian Ricky sontak mengguncang komunitas musik Indonesia. Kolom komentar akun Instagram miliknya dipenuhi doa dan penghormatan terakhir. Sejumlah musisi Indonesia menyampaikan rasa kehilangan mendalam:

  • Fiersa Besari: “Rest in power.”
  • David Bayu: “Selamat jalan Ricky.”
  • Tantri Kotak: “Mas innalillahi wainna ilaihi roji’un.”
  • Eno NTRL: “Rest in love sahabat, gitaris n tetanggaku. Kebaikanmu takkan terlupakan.”
  • Danilla Riyadi: “Kak Ricky, selamat jalan ya kak, selamat beristirahat kak..”
  • Iga Massardi (Barasuara): “Mas Rick. Ya Allah..”
  • Shaggydog Band: “Rest in love brooo.”
BACA JUGA :  Sekolah Rakyat Buka 5.127 Formasi Tenaga Kependidikan Tahun 2026, Simak Posisi, Syarat, dan Jadwal Seleksinya

Ricky Siahaan, Ikon Musik Keras Indonesia

Ricky Siahaan bukan hanya seorang gitaris. Ia adalah arsitek dalam perkembangan musik hardcore dan metal di Indonesia. Kariernya dimulai sejak era Poster Café—tempat legendaris bagi komunitas musik bawah tanah Jakarta.

Ia pertama dikenal lewat band Buried Alive, namun gebrakannya mulai terasa saat bergabung dengan Stepforward pada 1999. Band ini merilis album Stories of Undying Hope (2001), sebuah karya penting dalam skena hardcore lokal.

Namun nama Ricky benar-benar melejit saat ia membentuk Seringai bersama Arian13, Khemod, dan Toan Sirait (yang kemudian digantikan oleh Sammy Bramantyo).

Dengan Seringai, Ricky tak hanya jadi gitaris, tapi juga komposer, produser, dan kreator utama dari album-album berpengaruh seperti:

  • High Octane Rock
  • Serigala Militia
  • Taring
  • Seperti Api

Seringai menjadi tonggak penting dalam sejarah musik independen Indonesia, bahkan membuka konser Metallica di Stadion GBK pada 2013 — salah satu impian masa kecil Ricky yang berhasil ia wujudkan.

BACA JUGA :  10 Strategi Memasak Hemat agar Pengeluaran Makan Tetap Terkendali di Tengah Kenaikan Harga

Lebih dari Musisi: Manajer Bertangan Dingin

Di luar musik, Ricky juga dikenal sebagai manajer pribadi Iko Uwais, aktor laga Indonesia yang sukses menembus pasar internasional lewat film seperti The Raid, Headshot, hingga produksi Hollywood.

Ricky berperan penting dalam membangun arah karier Iko ke ranah global, dengan pendekatan yang profesional dan penuh strategi.

Selamat Jalan, Ricky

Kepergian Ricky Siahaan meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga dan sahabat, tapi juga bagi komunitas musik Indonesia yang tumbuh bersama karya dan idealismenya.

Ricky adalah simbol pergerakan musik keras Indonesia, seseorang yang menjembatani antara semangat bawah tanah dan industri arus utama tanpa pernah kehilangan jati diri.

“Rest in power, Rick. Terima kasih atas musik, semangat, dan integritasmu. Kamu tidak akan pernah dilupakan.”

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================