BOGORTODAY.COM – Pemerintah Thailand melalui Kementerian Pariwisata dan Olahraga berencana memperkenalkan paket promosi pariwisata domestik dengan skema pembayaran bersama mulai Mei 2025.
Program ini bertujuan untuk menggairahkan kembali sektor wisata lokal selama musim sepi, yang biasanya berlangsung dari Mei hingga September.
Skema ini diumumkan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Sorawong Thienthong, yang menyebut bahwa paket tersebut akan mulai dijalankan setelah mendapatkan persetujuan resmi dari kabinet.
“Dalam program ini, wisatawan domestik hanya akan membayar setengah dari biaya perjalanan, sementara pemerintah akan menanggung sisanya,” kata Sorawong.
Biaya Subsidi dan Target Wisatawan
Kementerian memperkirakan tahap awal pelaksanaan skema ini akan memerlukan dana 3,5 miliar baht atau setara dengan sekitar Rp1,6 triliun.
Dana tersebut akan berasal dari anggaran pusat pemerintah dan saat ini masih dalam tahap pengajuan persetujuan.
Sorawong menambahkan, sekitar 1 juta warga Thailand diperkirakan akan memanfaatkan promosi ini, dan pihaknya yakin kuota tersebut akan cepat habis karena antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap perjalanan murah di dalam negeri.
Melanjutkan Kesuksesan Program Sebelumnya
Skema pembayaran setengah-setengah ini bukanlah hal baru di Thailand. Sebelumnya, pemerintah di bawah pimpinan Jenderal Prayut Chan-o-cha telah meluncurkan dua program serupa untuk mendukung perekonomian selama pandemi Covid-19:
- Khon La Krueng (Kita Berdua) – Memberikan subsidi 50% untuk pembelian makanan, minuman, dan barang kebutuhan pokok.
- We Travel Together (Rao Tiew Duay Kan) – Menyubsidi akomodasi dan tiket perjalanan domestik untuk warga Thailand agar tetap berwisata selama pembatasan internasional berlangsung.
Kedua program tersebut terbukti efektif dalam menggerakkan roda ekonomi lokal, khususnya di sektor pariwisata yang terpukul keras akibat pandemi.
Mendorong Wisatawan Lokal Selama Musim Sepi
Musim sepi (low season) di Thailand, yang berlangsung antara Mei hingga September, kerap menjadi tantangan bagi pelaku industri pariwisata. Minimnya wisatawan berdampak pada okupansi hotel, restoran, dan pelaku UMKM wisata.
Dengan adanya inisiatif pembayaran bersama ini, Kementerian berharap dapat menstimulasi pergerakan wisatawan domestik dan mendorong pengeluaran untuk konsumsi lokal seperti transportasi, makanan, dan suvenir.
Dampak Jangka Panjang
Langkah ini juga diharapkan dapat mendorong pemerataan ekonomi di berbagai provinsi dan kawasan wisata yang selama ini kurang mendapat perhatian di luar musim liburan.
Dalam jangka panjang, skema ini menjadi bagian dari upaya pemulihan dan penguatan pariwisata domestik Thailand yang kini menjadi pilar utama pendapatan negara pasca pandemi.
Thailand kembali menunjukkan komitmennya sebagai negara yang adaptif dalam menghadapi tantangan ekonomi melalui sektor pariwisata.
Warga lokal pun diharapkan tak hanya jadi penonton, tetapi juga pelaku aktif dalam meramaikan pariwisata negeri Gajah Putih.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















