Kampung Silat Jampang Gelar Lebaran Jawara di Dompet Dhuafa, Kabupaten Bogor

BOGORTODAY.COM Kampung Silat Jampang menggelar acara Lebaran Jawara di Dompet Dhuafa, Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Kegiatan yang diadakan setelah Lebaran ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar perguruan silat dan masyarakat sekitar.

Ketua Kampung Silat Jampang, Daswara Sulanjana, menjelaskan bahwa meski acara ini disebut “Lebaran Jawara”, pada dasarnya acara ini merupakan halal bihalal pasca Lebaran.

“Kegiatannya lebaran jawara sebetulnya dalamnya itu adalah halal bihalal, kan lebarannya sudah selesai,” ujar Daswara, yang juga mantan Camat Leuwiliang ini.

Acara yang dihadiri oleh puluhan perguruan silat dari Jabodetabek ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi antar pesilat dan masyarakat, tetapi juga sebagai momen untuk unjuk kebolehan.

Menurut Daswara, kegiatan ini memang dirancang untuk tidak hanya sekadar berkumpul dan ngopi bersama, tetapi juga sebagai kesempatan bagi para pesilat untuk menunjukkan keterampilan mereka.

“Tidak ada yang produktif artinya datang ngopi bareng pulang, sekarang tuh kita selain silaturahmi para dewan guru bahasa ininya jawara, mereka itu datang ke sini selain silaturahmi tapi juga unjuk ka bisa,” jelasnya.

BACA JUGA :  SPMB 2026 Kabupaten Bogor Resmi Dibuka, Simak Jadwal Lengkapnya

Selain unjuk keterampilan, acara ini juga menyediakan sesi peningkatan kapasitas bagi para dewan guru dan peserta.

Berbagai keterampilan dalam dunia silat yang ingin dipelajari oleh pihak dewan guru dan masyarakat setempat dibahas dalam beberapa sesi.

Daswara juga menekankan pentingnya melibatkan UMKM dalam kegiatan ini agar masyarakat sekitar bisa merasakan manfaat langsung.

“Ini ada UMKM dari Kemang, Parung, dan ada dari perguruan-perguruan silat, saya juga membawa UMKM asal Leuwiliang dan alhamdulillah sangat antusias karena ini juga bagian dari bakti kita sebagai perguruan kepada masyarakat,” ujar Daswara.

Dengan melibatkan UMKM, acara ini tidak hanya menjadi wadah bagi pesilat untuk berkumpul, tetapi juga memberi kesempatan kepada pelaku usaha kecil untuk memperkenalkan produk mereka ke lebih banyak orang. Hal ini diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.

Dalam kesempatan ini, Daswara juga menyampaikan bahwa Kampung Silat Jampang, yang kini memasuki usia ke-17, terdiri dari 64 perguruan silat yang terbagi dalam lima aliran, yakni Cimande, Seura, Syahbandar, Cikalong, dan Betawi.

BACA JUGA :  Safari Jurnalis PWI Kabupaten Bogor Sambangi Sukajaya, Perkuat Sinergi Pers dan Masyarakat

Ia berharap di usianya yang semakin matang, pemerintah dapat memberikan regulasi yang mendukung perkembangan pencak silat dan budaya lokal.

“Harapan untuk Kampung Silat Jampang di usianya yang ke-17 adalah selama ini belum ada regulasi yang sifatnya memberikan peluang kepada kita, terutama anak didik, kenapa mereka, karena merekalah yang harus jadi regenerasi dan menjadi estafet mewarisi budaya dan tradisi ini,” tutup Daswara.

Acara Lebaran Jawara ini menjadi bukti nyata bahwa pencak silat bukan hanya olahraga, tetapi juga bagian penting dari budaya Indonesia yang harus dilestarikan.

Melalui kegiatan seperti ini, silaturahmi antara pesilat dan masyarakat terjalin erat, dan budaya silat bisa terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi generasi mendatang.

Kampung Silat Jampang berharap ke depan, kegiatan serupa dapat lebih berkembang dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, untuk memajukan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang terus hidup dan berkembang.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================