Program BCC Belum Optimal, Pengangguran di Kabupaten Bogor Masih Tinggi

Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor, Nana Mulyana. Foto : Amelia Azizah

BOGORTODAY.COM – Di tengah meningkatnya angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal yang turut menyumbang tingginya tingkat pengangguran di Kabupaten Bogor. Pelaksanaan program Bogor Career Center (BCC) yang digagas sebagai solusi justru belum menunjukkan hasil maksimal.

Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor, Nana Mulyana, menyampaikan bahwa program BCC yang dirancang untuk mengurangi jumlah pengangguran di wilayah tersebut masih belum berjalan sesuai harapan.

Menurutnya, hingga saat ini, para pencari kerja di Kabupaten Bogor belum sepenuhnya memahami mekanisme program tersebut.

“Program BCC sudah berjalan, cuma mungkin yang menjadi keterbatasannya itu rubrikasinya harus gencar,” ujar Nana Mulyana, Jumat (9/5/2025).

BACA JUGA :  Masuki Tahun Ke-11, Bogor Hujan Trail 2026 Sukses Sedot Antusiasme Ribuan Rider Nusantara hingga Mancanegara

Ia menambahkan, Pemerintah Daerah (Pemda) telah menerbitkan surat edaran yang mengarahkan proses pencarian kerja melalui BCC.

“Rubrikasi kepada masyarakat harus gencar, termasuk kepada perusahaan bahwa lowongan kerja itu harus melalui BCC dan itu sudah ada surat edaran pemerintah (daerah),” jelasnya.

“Jadi, (ada) keterlibatan Disnaker Kabupaten Bogor dalam memfasilitasi perusahaan mencari kerja,” lanjutnya.

Ia juga mengakui perlunya peningkatan dalam penyebaran informasi mengenai penggunaan platform BCC kepada publik.

“Itu mungkin jadi tantangan kami ke depan harus mempublikasikan BCC kepada perusahaan dan kepada masyarakat,” tegasnya.

Selain BCC, Disnaker juga telah menyelenggarakan Job Fair sebagai alternatif untuk menekan angka pengangguran. Namun, menurut Nana, upaya ini belum memberikan dampak signifikan.

BACA JUGA :  Korsleting Listrik Lumat Rumah di Desa Pasarean Bogor

Sebagai tambahan informasi, data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2024 mencatat tingkat pengangguran di Kabupaten Bogor sebesar 7,34 persen, atau sekitar 210 ribu orang dari total 2,8 juta angkatan kerja.

Sementara itu, data dari Disnaker menunjukkan bahwa Kecamatan Cibinong yang direncanakan menjadi ibu kota Kabupaten Bogor menjadi wilayah dengan tingkat pengangguran tertinggi, yaitu 6.518 orang.

Disusul oleh Kecamatan Jasinga (3.397 orang), Sukaraja (3.176 orang), Cileungsi (3.074 orang), dan Nanggung (2.963 orang).***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================