Politik Study Tour

Agus Jatmika (Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi Kota Bogor)

Oleh: Agus Jatmika (Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi Kota Bogor)

AKHIRNYA pemerintah Propinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan telah menyampaikan surat edaran Gubernur tentang kegiatan Study Tour.

Salah satu bagian isi surat edaran tersebut bahwa Study tour bisa dilakukan di wilayah propinsi Jawa Barat dan tidak memberatkan pembiayaan ke orang tua siswa.

Kebijakan ini merupakan respon dari kejadian pelarangan beberapa sekolah yang seolah ‘memaksa’ untuk berangkat melakukan dengan berbagai istilah mulai outing class learning, study banding dan lainnya.

Larangan tersebut juga tidak lepas munculnya rangkain peristiwa sebelumnya yaitu adanya keberatan orang tua terhadap biaya study tour dan surat edaran pelaksana tugas gubernur sebelumnya yang di picu oleh kecelakaan tragis yang menimpa rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok di Subang, Jawa Barat, pada Mei 2024.

BACA JUGA :  China Perketat Standar Keamanan Mobil Listrik, Regulasi Baru Berlaku Mulai Juli 2026

Namun disisi lain, pemerintah pusat mempunyai pendapat yang berbeda. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi urusan PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah (Pauddikdasmen), Abdul Muti, menyatakan bahwa kegiatan study tour tetap diperbolehkan.

Dalam pernyataannya, Muti menegaskan bahwa kegiatan ini sah selama tidak membahayakan siswa, bersifat edukatif, dan tidak membebani secara finansial (Detik.com, 20 Mei 2024).

la menambahkan bahwa sekolah wajib berkoordinasi dengan dinas pendidikan dan memilih penyedia transportasi yang telah terverifikasi.

BACA JUGA :  Dongeng Sebelum Tidur, Kebiasaan Sederhana yang Berdampak Besar bagi Tumbuh Kembang Anak

Study tour atau kunjungan belajar merupakan kegiatan pembelajaran luar kelas yang dirancang untuk memperluas wawasan siswa melalui observasi langsung di lapangan.

Kegiatan ini umumnya melibatkan kunjungan ke lokasi-lokasi seperti museum, tempat bersejarah, institusi pemerintah, lembaga riset, bahkan ke luar kota atau luar negeri.

Tujuannya adalah memperkuat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran sekaligus menumbuhkan keterampilan sosial dan kepemimpinan.

Pertanyaan tentang urgensi study tour sering muncul. Di satu sisi, kegiatan ini dianggap tidak wajib dan cenderung membebani orang tua, khususnya jika dilakukan ke luar kota. Namun di sisi lain, manfaatnya terbukti luas.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================