Dari Sekolah, Kita Bangkit: Menyemai Kekuatan Bangsa dari Ruang Kelas

Herman Lasrin (Kasek SMA Kosgoro & Kandidat Doktor)

Oleh : Herman Lasrin (Kasek SMA Kosgoro & Kandidat Doktor)

SETIAP tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia mengenang satu fase penting dalam sejarah perjuangannya: Hari Kebangkitan Nasional.

Tahun ini, kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke-117, dengan mengusung tema “Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat.” Tema ini tidak hanya menggugah semangat kolektif bangsa, tetapi juga menjadi panggilan untuk bergerak dari keterpurukan menuju kemajuan bersama-sama.

Kebangkitan nasional bukanlah sekadar cerita masa lalu. Ia adalah ruh pergerakan yang harus terus menyala dalam kehidupan bangsa hari ini.

Di tengah tantangan zaman, seperti disrupsi teknologi, degradasi moral, krisis lingkungan, hingga tantangan kependudukan, kebangkitan tidak bisa hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan.

BACA JUGA :  Takut Angkat Telepon? Kenali Phone Phobia, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Dan di sinilah pendidikan memainkan peran strategis sebagai ruang tumbuhnya kesadaran dan semangat kolektif generasi penerus bangsa.

Sebagai SMA yang telah menorehkan prestasi sebagai Sekolah Siaga Kependudukan tingkat kota dan provinsi, SMA Kosgoro Bogor menjadi contoh konkret bahwa kebangkitan nasional hari ini bisa dimulai dari sekolah.

Dari ruang kelas, dari kegiatan ekstrakurikuler, dari gerakan literasi, dari program peduli lingkungan, dari forum diskusi remaja, hingga dari aksi-aksi kecil yang sarat nilai kebangsaan.

BACA JUGA :  Dampak Pola Asuh Otoriter pada Perkembangan Anak yang Perlu Dipahami Orang Tua

Kita percaya bahwa kebangkitan bangsa hari ini tidak terletak di istana, melainkan di sekolah-sekolah, tempat karakter dibentuk, nilai ditanamkan, dan semangat juang diwariskan.

Siswa yang rajin belajar, yang peduli pada sesama, yang cinta tanah air dan alam sekitarnya, adalah bentuk nyata dari cita-cita Indonesia kuat.

Program-program seperti Gerakan Jumat Berbagi, Tadarus Pagi, Podcast PopTalk Remaja, hingga kegiatan Keputrian dan Literasi Sekolah, semuanya menjadi pondasi kebangkitan dalam versi paling sederhana namun bermakna.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================