
BOGORTODAY.COM – Di tengah kesibukan mengajar dan persiapan menjelang Penilaain Akhir Semester (PAS), guru sosiologi di Kota Bogor yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) tetap menunjukkan semangat belajar dan beradaptasi.
Mereka menyelenggarakan kegiatan Sharing Session bertema “Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran” yang berlangsung di ruang pertemuan SMA Negeri 10 Kota Bogor.
Kegiatan tersebutdiselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses pembelajaran.
Dalam kesempatan tersebut, Agus Jatmika selaku Ketua MGMP Sosiologi Kota Bogor menyampaikan hasil survei sederhana berkaitan penggunaan AI di kalangan siswa.
Berdasarkan survei sederhana terdapat 100% siswa telah menggunakan teknologi AI dalam proses belajar.
Mereka memanfaatkan berbagai platform seperti ChatGPT dan aplikasi berbasis AI lainnya. Bahkan, ditemukan siswa yang rutin menggunakan lebih dari lima aplikasi berbasis AI untuk menyelesaikan tugas sekolah.
Siswa mengaku bahwa alasan utama mereka menggunakan AI adalah karena dinilai lebih cepat dan mampu memberikan jawaban instan.
Meskipundemikan mereka juga menyadari bahwa jawaban dari AI tidak selalu akurat, sehingga mereka juga membandingkannya dengan sumber lainnya.
Siswa Kuasai AI, Guru Siap Apa?
Selain pemaparan hasil survei, kegiatan ini juga menghadirkan diskusi interaktif bertajuk “Siswa Kuasai AI, Guru Siap Apa?”.
Diskusi mengangkat refleksi mendalam mengenai kesiapan guru dalam menghadapi siswa yang menggunakan teknologi AI dalam mengerjakan tugasnya.
Sebagian besar guru yang hadir menyatakan telah menggunakan AI dalam pembelajaran di kelas. Mereka juga tidak melarang siswa memanfaatkan aplikasi AI, namun tetap menekankan pentingnya proses berpikir kritis.
Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Yunda, Sekretaris MGMP Sosiologi Kota Bogor ,” Pada dasarnya saya tidak melarang siswa menggunakan teknologi AI, tergantung aspek tugas serta bentuk penilaiannya’. Selain itu guru juga membandingkan hasil tugas siswa antara yang dikerjakan dari pemikiran siswa sendiridengan tugas yang dibantu oleh teknologi AI.
Kegiatan tersebut sebagai aksi nyata bahwa para guru sosiologi di Kota Bogor tidak tinggal diam menghadapi era teknologi.
Mereka aktif belajar, berbagi, dan membangun strategi agar pembelajaran yang tetap relevan dan bermakna di era kecerdasan buatan.
Di akhir pertemuan Yunda, Sekretaris MGMP Sosiologi juga mengarahkan untuk membuat perangkat ajar serta media pembelajaran yang dibagi berdasarkan kelas.
Dengan adanya hal tersebut diharapkan semua guru dapatmengembakan kemampuan dalam membuat perangkat ajar dan media pembelajaran.(aj)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















