Kalori Telur Berdasarkan Cara Masaknya: Mana yang Paling Rendah?

Kalori Telur Berdasarkan Cara Masaknya: Mana yang Paling Rendah?

BOGORTODAY.COM – Telur kerap menjadi andalan dalam menu diet banyak orang. Salah satu alasan utamanya adalah jumlah kalori telur yang tergolong rendah, namun tetap tinggi kandungan gizi.

Tapi perlu diingat, cara penyajian telur sangat memengaruhi jumlah kalorinya. Telur rebus tentu berbeda kalori dibanding telur dadar atau ceplok yang digoreng dengan minyak atau mentega.

Telur, Sumber Gizi Lengkap

Telur dikenal sebagai makanan sehat yang kaya akan berbagai nutrisi penting. Di dalam sebutir telur, Anda bisa menemukan:

  • Protein lengkap
  • Lemak sehat
  • Vitamin B12, B2, dan D
  • Kolin dan selenium
  • Zat besi dan karbohidrat dalam jumlah kecil

Sebagian besar nutrisi tersebut terkandung di bagian kuning telur. Jadi, jika Anda hanya mengonsumsi putih telur, Anda mungkin kehilangan sejumlah manfaat gizi penting yang ada pada kuningnya.

Berapa Kalori dalam Satu Butir Telur?

Jumlah kalori dalam telur tergantung pada ukuran telur dan cara memasaknya. Berikut ini rincian kalori berdasarkan ukuran telur polos (tanpa tambahan apa pun):

  • Telur kecil (38 g): 54 kalori
  • Telur sedang (44 g): 63 kalori
  • Telur besar (50 g): 72 kalori
  • Telur sangat besar (56 g): 80 kalori
BACA JUGA :  Tidak Suka Kopi? Ini 6 Minuman Pagi yang Bisa Membantu Menjaga Fokus Sepanjang Hari

Namun, jika telur dimasak menggunakan mentega atau minyak, jumlah kalorinya bisa meningkat signifikan.

Contoh:

  • Telur besar + 1 sdm mentega: 174 kalori
  • Telur dadar (3 butir) dengan keju + mentega: sekitar 400 kalori

Kalori Berdasarkan Cara Penyajian

Berikut ini adalah jumlah kalori telur berdasarkan metode penyajiannya, dilansir dari laman Nutritionix:

  • Telur rebus matang (50 g): 78 kalori
  • Telur rebus setengah matang (50 g): 78 kalori
  • Telur dadar (61 g): sekitar 91 kalori (tergantung minyak/mentega)
  • Telur ceplok setengah matang (46 g): sekitar 90 kalori (tergantung minyak)

Apakah Kalori Jadi Patokan Sehat?

Mengukur sehat atau tidaknya makanan tidak bisa hanya berdasarkan kalori. Kalori hanyalah salah satu aspek dari keseluruhan gizi. Misalnya, meski rendah kalori, makanan tanpa kandungan protein, vitamin, atau mineral tentu tak memberikan manfaat optimal.

BACA JUGA :  Peabo Bryson, Suara Legendaris di Balik Lagu Disney, Tutup Usia pada 75 Tahun

Telur, sebaliknya, kaya akan protein berkualitas tinggi yang membantu:

  • Memperbaiki jaringan tubuh
  • Meningkatkan rasa kenyang lebih lama
  • Menjaga massa otot selama proses penurunan berat badan

Selain itu, kolin dalam telur sangat penting untuk fungsi otak, terutama bagi ibu hamil dan menyusui karena berperan dalam perkembangan saraf bayi.

Telur adalah makanan padat gizi yang cocok dijadikan bagian dari diet sehat. Baik direbus, digoreng, maupun dikombinasikan dalam menu lain, telur tetap memberikan banyak manfaat asalkan dikonsumsi dengan bijak dan tidak berlebihan dalam penggunaan minyak atau mentega.

Jadi, jika Anda sedang menjalani program diet atau sekadar ingin hidup lebih sehat, telur bisa menjadi pilihan yang tepat — murah, praktis, dan kaya nutrisi!***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================